BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Universitas DR. H. SUMARNO (UNISMAR), perguruan tinggi di bawah naungan Yayasan Puspa Dunia, menyelenggarakan Yudisium Program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Tahun Akademik 2025–2026, Sabtu (31/10/2026). Momentum akademik tersebut menjadi penanda keberhasilan mahasiswa dalam menuntaskan tahapan pendidikan sekaligus gerbang awal untuk mengaktualisasikan ilmu pengetahuan, kompetensi, dan integritas dalam kehidupan profesional maupun pengabdian kepada masyarakat.

Prosesi yudisium berlangsung khidmat di Aula Kampus Universitas DR. H. SUMARNO, Jalan Srono–Sraten–Cluring, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan Yayasan Puspa Dunia, pimpinan perguruan tinggi, senat akademik, sivitas akademika, tokoh pendidikan, serta keluarga dan mahasiswa peserta yudisium.

Penyelenggaraan kegiatan ini tidak hanya merepresentasikan capaian akademik, tetapi juga mengandung pesan filosofis mengenai pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kesehatan jasmani, kematangan spiritual, dan pembentukan karakter.
Yudisium merupakan tahapan akademik yang memiliki kedudukan penting dalam sistem pendidikan tinggi, yakni sebagai penetapan kelulusan mahasiswa setelah memenuhi seluruh ketentuan akademik sesuai jenjang pendidikan yang ditempuh.

Dengan demikian, keberhasilan tersebut bukan semata-mata tentang pencapaian gelar, melainkan juga manifestasi dari proses panjang yang dibangun melalui kedisiplinan, ketekunan, tanggung jawab, serta komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

Pembina Yayasan Puspa Dunia, Prof. Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M., dalam sambutannya menyampaikan pemikiran mengenai hakikat kebahagiaan yang tidak semata-mata diukur melalui keberhasilan material maupun pencapaian akademik, tetapi juga melalui kebermanfaatan ilmu, kesehatan, dan kedekatan spiritual kepada Allah SWT.
Menurutnya, ilmu pengetahuan akan memiliki nilai yang lebih tinggi apabila mampu menghadirkan hikmah, memberikan manfaat bagi kehidupan, serta memperoleh ridhonya Allah SWT. Oleh karena itu, para lulusan hendaknya tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga menjadikan ilmu sebagai instrumen untuk membangun kehidupan yang bermartabat dan bermanfaat bagi sesama.

Ia juga menekankan bahwa kebahagiaan lahir dan batin memiliki keterkaitan erat dengan pola hidup sehat. Menjaga pola makan, memperhatikan kesehatan sistem pencernaan, memelihara stamina tubuh, serta membangun keseimbangan pola pikir merupakan bagian penting dalam menunjang kualitas kehidupan.

Selain kesehatan jasmani dan intelektual, aspek ketakwaan kepada Allah SWT juga harus senantiasa diperkuat. Sikap rendah hati, menjauhkan diri dari kesombongan, dan senantiasa menghargai sesama merupakan fondasi karakter yang harus melekat pada setiap insan terdidik.
Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya bertujuan melahirkan manusia yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk pribadi yang sehat, berakhlak, memiliki kedalaman spiritual, dan mampu menempatkan ilmu pengetahuan dalam koridor kemaslahatan.

Sementara itu, Rektor Universitas DR. H. SUMARNO (UNISMAR), Dr. Haya, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan perjalanan akademiknya.
Ia memberikan penghargaan atas dedikasi, perjuangan, dan konsistensi para mahasiswa selama menempuh pendidikan, baik pada jenjang yang ditempuh selama empat tahun maupun mahasiswa program magister yang telah menjalani proses pendidikan selama dua tahun.

Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi merupakan buah dari proses pembelajaran yang membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, pengorbanan, serta dukungan berbagai pihak, terutama keluarga dan tenaga pendidik.

Rektor juga menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir dari perjalanan intelektual, melainkan awal dari tanggung jawab baru bagi setiap lulusan untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh.
Di tengah dinamika perubahan zaman, perkembangan teknologi, dan kompetisi dunia kerja yang semakin kompleks, lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kapasitas yang lebih komprehensif.

Penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan integritas, etika profesional, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta kepekaan terhadap persoalan sosial.
Gelar akademik yang diperoleh, lanjutnya, hendaknya menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pendidikan Tinggi sebagai Pilar Pembangunan Sumber Daya Manusia

Penyelenggaraan yudisium UNISMAR Tahun Akademik 2025–2026 juga menjadi refleksi atas peran strategis pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Keberhasilan institusi pendidikan tidak semestinya hanya diukur berdasarkan kuantitas lulusan, tetapi juga melalui kualitas kompetensi, karakter, profesionalitas, dan kontribusi sosial yang mampu dihadirkan para alumninya.

Dalam konteks tersebut, UNISMAR diharapkan terus memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan, meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kebutuhan masyarakat, serta mengembangkan kompetensi praktis mahasiswa agar memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja.
Sinergi antara yayasan, pimpinan perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, keluarga, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi elemen penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan berkelanjutan.

Para lulusan juga diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat, mengembangkan potensi daerah, menciptakan peluang produktif, serta berkontribusi dalam memperkuat daya saing bangsa.

Kegiatan yudisium tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan Puspa Dunia, Dra. Hj. Isnainiwati, M.Pd.; Pembina Yayasan Puspa Dunia, Prof. Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M.; Rektor Universitas DR. H. SUMARNO, Dr. Haya, M.Pd.I.; Ketua Senat, Sulistyo, serta jajaran pengurus yayasan dan pimpinan akademik lainnya.
Kehadiran jajaran pimpinan tersebut mencerminkan komitmen kelembagaan dalam mengawal penyelenggaraan pendidikan tinggi, memperkuat tata kelola akademik, serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berorientasi pada keunggulan dan kebermanfaatan.

Adapun program pendidikan yang tercakup dalam yudisium meliputi bidang Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Program Pascasarjana. Para peserta merupakan mahasiswa yang telah menyelesaikan persyaratan akademik sesuai ketentuan masing-masing program studi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa pembuka, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana semakin khidmat melalui penampilan kelompok paduan suara yang membawakan himne dan mars Universitas DR. H. SUMARNO (UNISMAR), karya Pembina Yayasan Puspa Dunia, Prof. Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M.
Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan nama-nama mahasiswa peserta yudisium dari berbagai bidang keilmuan, sambutan pimpinan yayasan dan perguruan tinggi, serta penampilan sejumlah lagu hiburan.
Seluruh rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, dan sesi foto bersama. Suasana penuh kebersamaan tersebut menjadi momen bersejarah sekaligus kebanggaan bagi para lulusan, keluarga, dan seluruh sivitas akademika UNISMAR.

Melalui penyelenggaraan yudisium Tahun Akademik 2025–2026, Universitas DR. H. SUMARNO menegaskan pentingnya melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki legitimasi akademik, tetapi juga kapasitas intelektual, kematangan karakter, integritas moral, dan tanggung jawab sosial.
Para lulusan diharapkan mampu membawa nilai-nilai keilmuan ke dalam praktik kehidupan, menjunjung tinggi etika profesi, menjaga nama baik almamater, serta terus mengembangkan kompetensi di tengah perubahan masyarakat yang semakin dinamis.

Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh dalam diri setiap lulusan UNISMAR, sehingga keberhasilan akademik yang diraih tidak berhenti sebagai kebanggaan pribadi, tetapi berkembang menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan kemajuan bangsa Indonesia.
