
BOGOR, Selendangsutra.id — Majelis Zikir Nurul Wathon Alhambalang mengajak seluruh anggotanya untuk memperkuat ikhtiar spiritual dengan memperbanyak doa dan zikir setiap malam bagi keselamatan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta keselamatan bangsa dan negara.

Pendiri Majelis Zikir Nurul Wathon Alhambalang, KH Fathulah Suyuti Toha, mengatakan bahwa doa merupakan bentuk ikhtiar yang dapat dilakukan masyarakat dalam menjaga ketenteraman dan keselamatan bangsa, terutama ketika negara menghadapi berbagai tantangan.
Menurut KH Fathulah, anggota majelis tidak harus melakukan sesuatu yang besar. Dengan keterbatasan yang dimiliki masing-masing, setiap anggota dapat mengambil bagian melalui doa dan zikir di masjid maupun mushala di lingkungan masing-masing.
“Setiap malam kita fokus mendoakan Presiden Prabowo. Kita doakan agar beliau selalu diberikan kesehatan, keselamatan, kejernihan hati dan pikiran, serta petunjuk Allah SWT dalam menjalankan amanah memimpin bangsa,” kata KH Fathulah.
Ia menegaskan, gerakan tersebut bukan dimaksudkan untuk menggantikan ikhtiar nyata pemerintah maupun masyarakat, melainkan sebagai bagian dari ikhtiar batin dan spiritual yang dilakukan secara ikhlas.
“Dari Sabang sampai Merauke, siapa pun yang ingin berdoa untuk keselamatan bangsa dapat melakukannya. Yang paling penting adalah keikhlasan. Kita memohon kepada Allah agar setiap langkah pemimpin bangsa diberikan petunjuk dan dijauhkan dari segala sesuatu yang dapat mengganggu persatuan dan keselamatan Indonesia,” ujarnya.

KH Fathulah yang berasal dari Banyuwangi tersebut juga mengingatkan anggota Majelis Zikir Nurul Wathon Alhambalang agar tidak menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai alasan untuk memutus persaudaraan sesama anak bangsa. Baginya, doa harus menjadi sarana memperkuat persatuan, ketenteraman, dan kepedulian terhadap masa depan Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan di tengah masa pemerintahan Presiden Prabowo yang terus menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan agenda nasional. Dalam pidato kenegaraan 14 Agustus 2026, Prabowo kembali menegaskan sumpahnya untuk menjalankan kepemimpinan negara dengan tulus dan jujur serta mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Presiden juga sebelumnya menekankan bahwa kepemimpinan merupakan bentuk pengabdian dan bahwa pemerintah harus bekerja untuk kepentingan seluruh rakyat.
Karena itu, Majelis Zikir Nurul Wathon Alhambalang memandang doa sebagai salah satu bentuk dukungan moral masyarakat kepada pemimpin sekaligus bentuk kecintaan terhadap bangsa.
“Jangan sampai kita hanya menuntut pemimpin bekerja, tetapi kita sendiri tidak ikut berikhtiar untuk kebaikan bangsa. Kalau ada yang bisa dilakukan, lakukan dengan cara masing-masing. Ada yang bekerja, ada yang mengabdi, ada yang memberikan pemikiran, dan ada yang berdoa,” tutur KH Fathulah.
Ia berharap tradisi doa dan zikir tersebut dapat dilakukan secara konsisten di berbagai daerah, dengan tujuan utama memohon agar Indonesia senantiasa diberikan keamanan, persatuan, kedamaian dan keberkahan.
“Semoga Allah SWT menuntun langkah Presiden Prabowo dengan baik, memberikan kekuatan dalam menjalankan amanah, dan menjaga bangsa Indonesia dari berbagai ancaman yang dapat memecah persatuan,” pungkasnya.
(H.R. DODY)
