JAKARTA, Selendangsutra.id — Kebijakan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional dinilai perlu semakin menyentuh masyarakat di tingkat desa. Selain akses permodalan, masyarakat desa dan koperasi membutuhkan dukungan nyata berupa alat produksi, alat berat, kendaraan angkutan, serta teknologi agar potensi sumber daya alam dan ekonomi lokal dapat dikelola secara produktif.
Gagasan tersebut sejalan dengan kebutuhan untuk membangun ekonomi dari bawah. Desa memiliki berbagai potensi, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan hingga sumber daya mineral. Namun, potensi tersebut tidak akan optimal apabila masyarakat tidak memiliki akses terhadap teknologi, peralatan dan pembiayaan yang memadai.
Karena itu, pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto dapat mempertimbangkan sebuah skema pembiayaan khusus bagi koperasi dan badan usaha masyarakat yang menjalankan kegiatan produktif di desa.Skema tersebut tidak hanya berupa kredit modal kerja, tetapi juga kredit investasi atau pembiayaan lunak untuk pengadaan alat berat, dump truck, excavator, mesin pertanian, mesin pengolahan, kendaraan logistik dan teknologi produksi sesuai dengan kebutuhan masing-masing sektor.
Jangan Hanya Memberikan Modal
Selama ini pembahasan mengenai penguatan ekonomi rakyat sering berfokus pada modal usaha. Padahal, bagi masyarakat desa, persoalannya bukan hanya kekurangan uang, tetapi juga keterbatasan peralatan. Koperasi yang mengelola perkebunan membutuhkan mesin dan kendaraan angkut. Koperasi pertanian membutuhkan traktor dan mesin panen. Koperasi perikanan membutuhkan fasilitas penyimpanan dan pengolahan. Sementara koperasi yang bergerak di sektor sumber daya mineral membutuhkan peralatan produksi sesuai izin, kajian teknis dan standar lingkungan yang berlaku.Artinya, kebijakan pemerintah perlu melihat kebutuhan riil setiap sektor, bukan memberikan pola pembiayaan yang sama kepada seluruh koperasi.
Perbankan dan Industri Nasional Bisa Bersinergi
Untuk menjalankan skema tersebut, pemerintah dapat mendorong sinergi antara perbankan, koperasi, industri nasional dan lembaga investasi negara.Bank dapat menyediakan pembiayaan dengan skema yang sesuai dengan kemampuan usaha. Sementara industri nasional dapat menyediakan peralatan produksi dengan mekanisme pembelian bertahap, leasing, atau pembiayaan berbasis proyek.
Industri strategis nasional seperti PT Pindad juga dapat dilibatkan sesuai dengan kompetensi dan jenis produk yang dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif.Sementara itu, Danantara dapat menjadi bagian dari ekosistem investasi dan pengembangan industri, khususnya apabila terdapat proyek berskala besar yang memiliki kelayakan ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.Dengan pola tersebut, uang negara tidak sekadar disalurkan sebagai bantuan, tetapi digunakan untuk membangun aset produktif yang menghasilkan kegiatan ekonomi dalam jangka panjang.
Koperasi Harus Profesional
Dukungan pemerintah tentu harus disertai tata kelola yang kuat. Koperasi yang mendapatkan fasilitas pembiayaan harus memiliki pengurus yang profesional, rencana bisnis yang jelas, laporan keuangan yang transparan, kemampuan membayar, serta kepatuhan terhadap seluruh ketentuan perizinan dan lingkungan.
Khusus untuk sektor sumber daya alam, pengelolaan harus dilakukan berdasarkan izin dan standar teknis yang berlaku. Penggunaan alat berat juga harus disesuaikan dengan kegiatan usaha yang sah dan memiliki perencanaan keselamatan kerja serta pengelolaan lingkungan.Dengan demikian, kebijakan tersebut bukan sekadar memberikan fasilitas kepada koperasi, tetapi menciptakan ekosistem usaha rakyat yang sehat dan berkelanjutan.
Desa Bisa Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Jika masyarakat desa memiliki akses terhadap modal, teknologi dan peralatan, maka rantai ekonomi baru dapat tumbuh di daerah.Kebutuhan alat berat menciptakan pasar bagi industri. Kegiatan produksi membuka lapangan kerja. Transportasi dan logistik berkembang. Pengolahan hasil meningkatkan nilai tambah. Dan pada akhirnya, pendapatan masyarakat serta aktivitas ekonomi daerah ikut meningkat.
Konsep inilah yang perlu terus didorong dalam pembangunan ekonomi nasional: bukan hanya mengambil sumber daya alam dari daerah, tetapi membangun kemampuan masyarakat daerah untuk mengolahnya menjadi nilai tambah. Rakyat desa tidak hanya membutuhkan bantuan. Mereka membutuhkan kesempatan, akses pembiayaan, teknologi dan peralatan untuk menjadi pelaku ekonomi produktif.Karena itu, kebijakan ekonomi pemerintah ke depan diharapkan semakin memberikan ruang bagi desa dan koperasi untuk menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi nasional, dengan tetap mengedepankan tata kelola, kepastian hukum, keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat.
(HR DODY)
