JAKARTA, Selendangsutra.id – Dalam era demokrasi yang terus berkembang, pemerintah dinilai perlu memberikan ruang yang lebih luas kepada mahasiswa, mahasiswi dan santri untuk berdiskusi, melakukan kajian ilmiah serta membahas berbagai persoalan strategis yang berkaitan dengan masa depan bangsa.
Ikatan Santri Nusantara mendorong Presidan Prabowo Subianto agar memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan generasi muda, khususnya mahasiswa dan santri, sebagai calon pemimpin Indonesia di masa depan. Menurut Ikatan Santri Nusantara mahasiswa dan santri bukan hanya kelompok yang harus didengar Ketika terjadi persoaal poltik, tetapi kekuatan intelektual dan sosial bangsa yang perlu mendapatkan ruang untuk berpikir, berdialog dan memberikan gagasan.
“Mahasiswa dan santri adalah generasi yang akan melanjutkan kepemimpinan bangsa. Mereka harus diberikan ruang yang cukup untuk berdiskusi secara ilmiah, melakukan kajian strategis dan menyampaikan gagasan secara kritis, konstruktif dan bertanggung jawab,” demikian pandangan Ikatan Santri Nusantara.
Ruang dialog tersebut dinilai tidak harus selalu berbentuk forum politik. Pemerintah bersama perguruan tinggi, pesantren, organisasi kepemudaan dan masyarakat dapat membangun berbagai forum kajian mengenai ekonomi, teknologi, pendidikan, pertahanan, pangan, energi, lingkungan, hubungan internasional hingga masa depan dunia kerja.
Ikatan Santri Nusantara juga menilai kegiatan positif di kalangan mahasiswa dan santri perlu diperbanyak. Selain diskusi dan kajian akademik, kegiatan olahraga, seni, kewirausahaan, pengabdian masyarakat dan pertukaran pemuda dapat menjadi sarana memperkuat persatuan.
Olahraga, misalnya, dinilai memiliki kekuatan besar untuk menyatukan masyarakat tanpa melihat latar belakang daerah maupun kelompok. Semangat sportivitas dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter generasi muda, baik di dalam negeri maupun dalam hubungan dengan masyarakat internasional. Di sisi lain, mahasiswa dan santri juga perlu dibekali kemampuan membaca peluang ekonomi.
Menurut Ikatan Santri Nusantara, pendidikan generasi muda tidak cukup hanya menghasilkan pencari kerja. Mahasiswa dan santri perlu didorong menjadi generasi yang mampu menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan, inovasi, teknologi dan pemanfaatan potensi ekonomi daerah. “Generasi muda harus mampu melihat peluang. Mereka harus disiapkan bukan hanya untuk mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri dorang lain” ujarmya.
Dalam pandangan organisasi tersebut, program pemerintah yang berkaitan dengan pendidikan, kewirausahaan, ekonomi kreatif, digitalisasi dan pengembangan sumber daya manusia harus semakin membuka akses bagi mahasiswa dan santri. Hal itu dinilai penting karena tantangan Indonesia ke depan tidak semakin sederhana. Perubahan teknologi, kecerdasan buatan, ekonomi digital, persaingan global dan perubahan struktur dunia kerja membutuhkan generasi muda yang kritis sekaligus memiliki kemampuan praktris.
Ikatan Santri Nusantara juga menekankan bahwa sikap kritis mahasiswa dan santri harus tetap berada dalam koridor konstruktif. Kritik diperlukan dalam demokrasi, tetapi kritik harus disertai data, kajian dan solusi. Dengan demikian, kampus dan pesantren dapat menjadi ruang tumbuhnya tradisi intelektual yang sehat, bukan sekadar tempat memperdebatkan
perbedaan politik.
Momentum 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, menurut Ikatan Santri Nusantara, harus menjadi kesempatan untuk membangun generasi baru yang memiliki tiga kekuatan sekaligus: intelektual, karakter dan kemandirian ekonomi. Generasi tersebut diharapkan mampu menjadi penerus pembangunan Indonesia sekaligus menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawal perjalanan bangsa.
“Pemerintah hari ini sedang membangun fondasi untuk masa depan. Tetapi yang akan menjalankan Indonesia pada masa mendatang adalah generasi muda. Karena itu, mahasiswa dan santri harus mulai disiapkan sejak sekarang agar mampu menjadi pemimpin, profesional, pengusaha, ilmuwan dan penggerak masyarakat,” demikian pernyataan Ikatan Santri Nusantara. Pada akhirnya, demokrasi tidak hanya membutuhkan suara yang banyak, tetapi juga membutuhkan generasi yang mampu berpikir jernih, berdiskusi berdasarkan ilm’ menghargai perbedaan dan menawarkan solusi.
Ikatan Santri Nusantara mendorong agar ruang bagi mahasiswa dan santri untuk berpikir, berkarya, berolahraga, berwirausaha dan berdiskusi tentang masa depan bangsa diperluas. Sebab, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pemerintah hari ini, tetapi juga oleh kualitas generasi yang akan meneruskan kepemimpinan bangsa dimasa depan.
