BANYUWANGI, Selendangsutra.id — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sinergitas TNI dan Polri kembali diperlihatkan dalam upaya menjaga keamanan, ketertiban, sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kegiatan patroli dan sambang masyarakat tersebut berlangsung pada Sabtu (8/8/2026), mulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga selesai, dengan menyusuri kawasan perairan Sungai kanal Baru, Desa Karangmulyo hingga wilayah Karangdoro, Kecamatan Tegalsari.

Dengan menggunakan perahu tradisional, personel TNI-Polri melakukan pemantauan kawasan perairan sekaligus berinteraksi dengan masyarakat. Kawasan tersebut memiliki lingkungan yang masih asri dan alami sehingga selain aspek keamanan, keberadaan aparat juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan tersebut melibatkan personel Kodim 0825 Banyuwangi melalui Nur Holis dan unsur Polresta Banyuwangi melalui Kapolsek Tegalsari AKP Lita Kurniawan bersama Kanit Intel Indra Bayu dan personel Polsek Tegalsari Ganesia. Kegiatan turut diikuti pendiri media Selendangsutra.id Hariyono bersama Pimpinan Redaksi Suyanto.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat membutuhkan kolaborasi serta komunikasi yang berkelanjutan. Patroli tidak semata-mata dilakukan sebagai bentuk pengawasan, tetapi juga menjadi sarana membangun kedekatan antara aparat keamanan, tokoh masyarakat, pelaku usaha, serta warga di sekitar wilayah perairan.

Kapolsek Tegalsari AKP Lita Kurniawan menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menjaga keamanan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Kita tidak bisa berdiri sendiri. Kebersamaan adalah hal yang paling utama. TNI, Polri, masyarakat dan tokoh masyarakat saling berkaitan erat. Ajaran leluhur dan ajaran agama mengajarkan bahwa silaturahmi adalah yang utama,” ujar Lita.
Menurutnya, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi pengingat bahwa bangsa Indonesia dibangun melalui semangat persatuan dan gotong royong.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong sebagai kekuatan dalam menjaga persatuan.
“Dalam semangat HUT Kemerdekaan RI ke-81, mari kita gaungkan kembali semangat gotong royong: dari masyarakat, untuk masyarakat, oleh masyarakat. Republik ini berdiri karena gotong royong,” katanya.
Lita juga menilai keberagaman masyarakat Indonesia merupakan sebuah kekuatan yang harus dirawat. Perbedaan, menurutnya, bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi bagian dari filosofi persatuan bangsa.
“Perbedaan itu adalah fitrah ciptaan Tuhan. Kita berbeda, namun bersatu. Perbedaan bukan untuk diperdebatkan, melainkan menjadi kekuatan dan filosofi persatuan,” lanjutnya.
Sambang Tokoh dan Penguatan Silaturahmi
Rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari agenda sambang tokoh dan membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Sebelumnya, jajaran Polsek Tegalsari menghadiri kegiatan wisuda di Universitas Muktar Syafa’at (UNIMSAH), Blokagung, Karangdoro. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambang tokoh bersama jajaran TNI-Polri.
Menurut Lita, komunikasi langsung dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
Pendekatan tersebut memungkinkan aparat memperoleh informasi mengenai kondisi sosial masyarakat sekaligus mendeteksi berbagai potensi gangguan keamanan sejak dini.
“Silaturahmi dan komunikasi harus terus dibangun. Kehadiran TNI-Polri bukan hanya ketika terjadi persoalan, tetapi juga bagaimana kita hadir bersama masyarakat untuk mencegah persoalan sebelum terjadi,” ujarnya.
Potensi Wisata Banyuwangi Perlu Dikelola Bersama
Selain aspek keamanan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk melihat potensi pengembangan wilayah, khususnya sektor pariwisata Banyuwangi.
Lita menilai Banyuwangi memiliki kekayaan alam yang sangat besar, mulai dari kawasan pegunungan, pantai, hingga perkebunan. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah apabila dikelola secara terintegrasi dengan melibatkan masyarakat.
“Potensi wisata Banyuwangi sangat luar biasa. Mulai dari gunung, pantai hingga perkebunan semuanya ada. Ini perlu dikelola dan diwujudkan bersama,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor pariwisata.
Menurutnya, pertumbuhan pariwisata tidak akan optimal apabila masyarakat sekitar tidak memperoleh ruang untuk berperan dan mendapatkan manfaat ekonomi.
“Kalau wisata berkembang dan masyarakat ikut berperan serta, maka akan tercipta harmoni sekaligus keberhasilan dalam menjaga dan mengelola alam di sekitar kita,” katanya.
Sinergitas untuk Keamanan dan Kesejahteraan
Patroli perairan yang dilakukan secara sinergis antara TNI dan Polri tersebut menjadi gambaran bahwa keamanan wilayah merupakan tanggung jawab bersama.
Kolaborasi lintas institusi dengan melibatkan masyarakat diharapkan mampu memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan sekaligus membangun rasa aman di tengah masyarakat.
