Banyuwangi – Selendangsutra.id – Ketua Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat (APPM) di bawah pimpinan Rofiq Azmi dan Ketua Aliansi Setia Nawaksara Indonesia (SNI)” Raden Teguh Firmansyah menyatakan kekecewaan mendalam terhadap pelaksanaan hearing di DPRD Kabupaten Banyuwangi yang di laksanakan pada Kamis (30/10/2025) dinilai amburadul dan tidak transparan. Kedua lembaga ini akhirnya memutuskan untuk walk out (WO) sebagai bentuk protes.

Rofiq Azmi dari APPM merasa dilecehkan karena DPRD dinilai tidak terbuka dalam menanggapi upaya mereka membongkar dugaan kerugian daerah hingga triliunan rupiah. APPM menyayangkan Komisi III DPRD Banyuwangi yang dinilai tidak mempelajari materi terkait investasi saham tahun 2020 yang berpotensi merugikan rakyat Banyuwangi.
APPM menuding adanya upaya menghalang-halangi mereka menyampaikan aspirasi. Undangan hearing diundur dan digabungkan dengan aliansi lain, yang dinilai mengaburkan fokus permasalahan.

Sementara itu, Menurut Ketua Aliansi Setia Nawaksara Indonesia, Raden Teguh Firmansyah menegaskan bahwa materi dan akar permasalahan yang mereka bawa berbeda dengan lembaga lain, terutama terkait isu yang terjadi di masyarakat Pesanggaran. Ia juga mengindikasikan adanya penumpang gelap yang berpotensi menyulut provokasi di masyarakat” Ungkapnya.
