BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Kondisi sejumlah jalan poros desa di wilayah Kabupaten Banyuwangi, khususnya Desa Ringin Pitu, Kecamatan Tegaldlimo, dan Desa Tambakrejo, Kecamatan Muncar, menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, sejumlah ruas jalan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari permukaan aspal yang mengelupas, jalan bergelombang, hingga lubang-lubang besar yang menganga di badan jalan.
Kerusakan infrastruktur jalan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari ketika kondisi lubang sulit terlihat oleh pengendara.
Kedua ruas jalan tersebut memiliki peran strategis bagi kehidupan masyarakat setempat. Selain menjadi jalur transportasi untuk menunjang aktivitas perekonomian dan kelancaran distribusi hasil panen pertanian, jalan tersebut juga merupakan akses utama yang setiap hari dimanfaatkan para pelajar untuk berangkat dan pulang sekolah.
Di wilayah Desa Tambakrejo, Kecamatan Muncar, jalan poros tersebut menjadi salah satu akses yang digunakan para siswa SMP Negeri 1 Muncar. Sementara di Desa Ringin Pitu, Kecamatan Tegaldlimo, jalan tersebut juga menjadi jalur penting bagi masyarakat dan pelajar, termasuk siswa SMA Negeri 1 Tegaldlimo.
Salah seorang warga Desa Ringin Pitu, Supiyanto, yang kebetulan melintas menggunakan sepeda motor, menyampaikan keluhannya ketika bertemu dengan wartawan Selendangsutra.id yang sedang mendokumentasikan kondisi jalan rusak pada Kamis (5/11/2026).
Dengan nada prihatin, Supiyanto mempertanyakan perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai sudah membutuhkan penanganan segera.
“Pak, mohon maaf, jalan rusak seperti ini kok pemerintah daerah seolah-olah tutup mata. Padahal masyarakat selalu diminta taat membayar pajak. Namun, hasil dari pajak tersebut diharapkan juga dapat kembali dirasakan masyarakat, salah satunya melalui perbaikan jalan yang rusak,” ungkap Supiyanto.
Pernyataan tersebut mencerminkan harapan masyarakat agar pembangunan infrastruktur dapat dirasakan secara merata, termasuk di wilayah pedesaan yang menjadi penopang aktivitas ekonomi dan pendidikan.
Sementara itu, Kepala Desa Ringin Pitu, Warsito, saat ditemui wartawan Selendangsutra.id pada Kamis (5/11/2026), membenarkan bahwa sejumlah ruas jalan di wilayah desanya mengalami kerusakan.
Menurutnya, kondisi tersebut telah menimbulkan keluhan dari masyarakat, termasuk para orang tua dan anak-anak sekolah yang setiap hari harus melewati jalan tersebut untuk menjalankan aktivitas pendidikan.
“Iya, Mas. Jalan di wilayah desa saya memang banyak yang rusak. Masyarakat saya, termasuk anak-anak sekolah, banyak yang mengeluhkan kondisi jalan tersebut karena setiap hari digunakan sebagai akses transportasi menuju sekolah,” tutur Warsito.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dapat memberikan perhatian serius dan segera menindaklanjuti kondisi infrastruktur tersebut melalui langkah perbaikan yang nyata.
“Saya berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti persoalan ini. Kami meminta agar pemerintah cepat tanggap dan secepatnya melakukan perbaikan, karena jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, khususnya anak-anak yang berangkat ke sekolah,” tegasnya.
Kerusakan jalan poros desa yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas. Kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian serius, terlebih pada malam hari ketika jarak pandang pengendara terbatas dan lubang jalan sulit dikenali.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui instansi terkait segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan, memastikan status kewenangan ruas jalan, serta menyusun langkah penanganan dan perbaikan sesuai kebutuhan.
Perbaikan infrastruktur jalan bukan sekadar persoalan pembangunan fisik, melainkan bagian dari pelayanan publik yang menyangkut keselamatan, kelancaran perekonomian, serta keberlangsungan pendidikan generasi muda.
