ACEH, Selendangsutra.id — Ketidakpastian geopolitik dunia, perang dagang, serta ancaman krisis pangan global menjadi tantangan serius bagi setiap negara. Ketahanan pangan kini bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan bagian penting dari strategi menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional.
ACEH — Ketidakpastian geopolitik dunia, perang dagang, serta ancaman krisis pangan global menjadi tantangan serius bagi setiap negara. Ketahanan pangan kini bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan bagian penting dari strategi menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional.
Indonesia memiliki keunggulan sumber daya alam dan lahan pertanian yang cukup luas. Namun, potensi tersebut harus dikelola melalui inovasi, diversifikasi pangan, serta pembangunan industri pertanian modern agar Indonesia tidak bergantung pada sejumlah komoditas pangan utama. Salah satu alternatif yang memiliki prospek besar adalah pengembangan tanaman sorgum. Komoditas ini memiliki potensi sebagai bahan pangan, bahan baku industri, sekaligus sumber pakan ternak.

Melihat peluang tersebut, Alqudsi Foundation bersama Koperasi Surgom Agri Seulawah menyiapkan program percepatan pengembangan sorgum, khususnya di Provinsi Aceh, dengan potensi kawasan pengembangan mencapai 10.000 hektare.
Program Agribisnis Terpadu Berbasis Sorgum
Program ini dirancang sebagai kawasan agribisnis terpadu yang menghubungkan sektor pertanian dengan industri peternakan. Dengan konsep tersebut, sorgum tidak hanya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok industri pakan dan penggemukan ternak.
Rencana pengembangan mencakup penyediaan benih, mekanisasi pertanian, pengelolaan lahan, pembangunan fasilitas pengolahan hasil panen, industri pakan ternak, serta pengembangan kawasan peternakan terpadu.

Dody Iwa Kusumajaya, salah satu mitra Alqudsi dalam pengembangan program di Indonesia, menyampaikan bahwa pengembangan sorgum merupakan peluang strategis yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah. Menurutnya, Indonesia harus mulai memperkuat diversifikasi pangan dengan memanfaatkan komoditas alternatif yang memiliki nilai ekonomi dan kemampuan adaptasi terhadap kondisi lingkungan.
“Ke depan, ketahanan pangan harus dibangun melalui sistem yang terintegrasi. Kita tidak hanya menanam, tetapi juga membangun industri pengolahan, pakan ternak, dan peternakan. Dengan demikian, manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.
Alqudsi Foundation Siapkan Paparan kepada Wakil Menteri Pertanian
Sebagai langkah konkret, Alqudsi Foundation berencana memaparkan konsep pengembangan sorgum dan industri peternakan kepada Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia. Paparan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk membangun sinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Aceh, terutama dalam menyiapkan kawasan pengembangan seluas 10.000 hektare.
Mendorong Ekonomi Baru bagi Aceh
Aceh memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor agribisnis sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah. Dengan dukungan investasi, teknologi, koperasi, dan kebijakan pemerintah, kawasan sorgum dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Selain meningkatkan produktivitas pertanian, program ini diharapkan membuka lapangan pekerjaan, memperkuat posisi petani dan koperasi, serta menciptakan peluang industri pengolahan yang memiliki nilai tambah. Konsep integrasi pertanian dan peternakan juga memungkinkan pemanfaatan hasil samping produksi sebagai bahan pakan maupun pupuk organik sehingga tercipta sistem ekonomi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Penutup: Ketahanan Pangan dari Dalam Negeri
Di tengah ketidakpastian dunia, Indonesia perlu membangun kekuatan pangan dari dalam negeri. Diversifikasi pangan, penguatan produksi pertanian, dan kemandirian industri pakan ternak harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
Pengembangan sorgum di Aceh diharapkan tidak hanya menjadi proyek pertanian, tetapi berkembang menjadi model industri agribisnis terpadu yang dapat diterapkan di berbagai wilayah Indonesia. Sinergi Alqudsi Foundation, Koperasi Surgom Agri Seulawah, pemerintah pusat, dan Pemerintah Provinsi Aceh menjadi langkah awal untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
Aceh memiliki peluang untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ketahanan pangan nasional. Sebab, kekuatan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh industri dan teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya menyediakan pangan bagi rakyatnya sendiri.
H.R.DODY
