BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia bersama keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Mansya’ul Huda, unsur TNI-Polri, aparatur pemerintah, santri, serta masyarakat menggelar doa bersama dalam rangka memperingati ulang tahun ke-75 Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto.

Kegiatan religius yang berlangsung pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026, mulai pukul 19.00 WIB tersebut dipusatkan di masjid Pondok Pesantren Mansya’ul Huda, Dusun Gempoldampit, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian sholawatan yang di iringi group hadrah , pembacaan dzikir, doa bersama, mahalul qiyam, serta pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT agar Presiden Prabowo Subianto senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan kelancaran dalam menjalankan amanah kepemimpinan nasional demi terwujudnya Indonesia yang adil, makmur, damai, dan sejahtera.

Hadir dalam kegiatan tersebut KH. Fathulloh Suyuti Thoha selaku pengasuh Ponpes Mansya’ul Huda, Kapten Inf. Sumitro Pujatmiko, S.E., selaku Danramil 0825/09 Tegaldlimo, AKP Sadimun, S.H., selaku Kapolsek Tegaldlimo, Harianto yang mewakili Camat Tegaldlimo, anggota TNI-Polri, Jama’ah Dzikir Nurul Wathon, serta para santriwan dan santriwati Ponpes Mansya’ul Huda.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kebersamaan antara ulama, aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan serta memperkuat persatuan bangsa.

Dalam sambutannya, KH. Fathulloh Suyuti Thoha menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Presiden Prabowo Subianto sekaligus mengajak seluruh jamaah untuk memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa dan keberlangsungan kepemimpinan nasional.
“Selamat ulang tahun ke-75 kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam memimpin Indonesia menuju kehidupan yang adil, makmur, dan sejahtera,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, doa bagi pemimpin merupakan bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon kebaikan bagi bangsa dan negara. Ia juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan, memperkokoh persatuan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat. Jama’ah Dzikir Nurul Wathon berharap kepemimpinan nasional senantiasa membawa kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan suku, agama, latar belakang sosial, maupun golongan.

Danramil 0825/09 Tegaldlimo, Kapten Inf. Sumitro Pujatmiko, S.E., dalam sambutannya turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Kami keluarga besar Koramil Tegaldlimo bersama seluruh masyarakat menghaturkan selamat ulang tahun yang ke-75 kepada Bapak Presiden RI, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto. Melalui lantunan dzikir malam ini, kami memohon kepada Allah SWT agar memberikan beliau kesehatan yang prima, kekuatan, serta perlindungan dalam menakhodai NKRI menuju kemakmuran,” ujarnya.

Ia berharap momentum doa bersama tersebut dapat memperkuat semangat kebangsaan sekaligus menumbuhkan optimisme masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional.
Menurutnya, persatuan dan kerja sama antara seluruh elemen bangsa merupakan modal penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman dan sejahtera.

Kapolsek Tegaldlimo, AKP Sadimun, S.H., menyampaikan bahwa doa bersama menjadi salah satu bentuk kebersamaan masyarakat dalam mendoakan pemimpin negara sekaligus memperkuat sinergi di tingkat kewilayahan.
“Kegiatan doa bersama ini adalah bukti kecintaan rakyat dan sinergi kita semua di tingkat kewilayahan untuk mendukung kepemimpinan nasional. Selamat ulang tahun Bapak Presiden Prabowo Subianto, semoga senantiasa diberkahi usia yang panjang, penuh berkah, dan sukses membawa Indonesia semakin aman, berdaulat, dan disegani di mata dunia,” ungkapnya.

Ia juga berharap suasana damai dan kondusif di tengah masyarakat dapat terus terjaga melalui komunikasi, toleransi, dan kerja sama yang baik antara aparat keamanan, tokoh agama, serta seluruh lapisan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan sholawatan bersama yang dipandu Jama’ah Dzikir Nurul Wathon. Suasana semakin khusyuk ketika memasuki acara inti berupa pembacaan dzikir yang dipimpin langsung oleh KH. Fathulloh Suyuti Thoha.
Setelah penyampaian sambutan dari Danramil dan Kapolsek Tegaldlimo, acara dilanjutkan dengan prosesi Asrokalan atau mahalul qiyam. Para jamaah mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhidmatan, memanjatkan doa untuk keselamatan Presiden, kemajuan bangsa, serta terpeliharanya persatuan dan kesatuan Indonesia.
Sebagai penutup, dilakukan pemotongan tumpeng secara simbolis sebagai ungkapan rasa syukur dan harapan agar Presiden Prabowo Subianto senantiasa diberikan keberkahan dalam menjalankan tugas kenegaraan.
Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa tidak hanya membutuhkan kebijakan yang tepat dan kerja nyata, tetapi juga dukungan masyarakat, solidaritas sosial, serta nilai-nilai spiritual yang memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melalui kegiatan ini, Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia bersama TNI-POLRI serta masyarakat mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta harmonis.

Dengan semangat kebersamaan antara ulama, TNI-Polri, pemerintah, santri, dan masyarakat, kegiatan doa bersama ini diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar kolektif untuk menjaga keutuhan NKRI serta mendukung terwujudnya cita-cita nasional menuju Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat.
