BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Universitas Bakti Indonesia (UBI), perguruan tinggi di bawah naungan Yayasan Puspa Dunia, menyelenggarakan Yudisium Program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana Tahun Akademik 2025–2026 dengan total 311 mahasiswa peserta. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat dan Sabtu, 16–17 Oktober 2026, tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan akademik mahasiswa sekaligus menegaskan komitmen institusi dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan berdaya saing.

Prosesi yudisium hari kedua dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, bertempat di aula kampus Universitas Bakti Indonesia, Jalan Srono–Sraten–Cluring, Desa Sarimulyo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pimpinan Yayasan Puspa Dunia, pimpinan perguruan tinggi, sivitas akademika, tokoh pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para mahasiswa peserta yudisium.

Mengusung semangat “Mahasiswa UBI, Mahasiswa Luar Biasa”, kegiatan ini tidak hanya menjadi penanda capaian akademik, tetapi juga momentum bagi para lulusan untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja, mengembangkan profesionalitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Yudisium merupakan tahapan formal dalam proses akademik untuk menetapkan kelulusan mahasiswa berdasarkan pemenuhan persyaratan yang berlaku. Oleh karena itu, pencapaian ini diharapkan menjadi landasan bagi para lulusan untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara bertanggung jawab.

Pelaksanaan yudisium Universitas Bakti Indonesia Tahun Akademik 2025–2026 diikuti oleh 311 mahasiswa yang terbagi dalam dua hari pelaksanaan.
Sebanyak 163 mahasiswa mengikuti prosesi pada Jumat, 16 Oktober 2026, sedangkan 148 mahasiswa lainnya mengikuti yudisium pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Jumlah tersebut mencerminkan capaian akademik mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan yang telah menyelesaikan tahapan pendidikan sesuai program masing-masing.

Program pendidikan yang tercakup meliputi bidang pendidikan, hukum, ekonomi, dan teknik, termasuk program pendidikan sarjana dan magister, Sarjana Hukum, Sarjana Manajemen, Sarjana Akuntansi, Sarjana Teknik, serta Sarjana Komputer. eberagaman bidang keilmuan tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masyarakat,

Pembina Yayasan Puspa Dunia, Prof. Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M., dalam sambutannya menekankan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, melainkan tonggak penting yang menandai keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan tahapan pendidikan sesuai jenjang yang ditempuh.
Menurutnya, capaian akademik harus menjadi landasan bagi para lulusan untuk terus mengembangkan kemampuan diri, meningkatkan kompetensi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di tengah perkembangan zaman serta persaingan dunia kerja yang semakin dinamis, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, etika profesional, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Gelar akademik yang diperoleh hendaknya menjadi motivasi untuk terus belajar, meningkatkan kualitas diri, serta menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai sektor kehidupan. Pendidikan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional. Keberhasilan perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, karakter, maupun tanggung jawab sosial.

pendidikan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional. Keberhasilan perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, karakter, maupun tanggung jawab sosial. Para lulusan diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu secara profesional, menjunjung tinggi nilai moral, serta menjaga nama baik almamater ketika menjalankan profesi dan pengabdian di tengah masyarakat.

Sinergi antara yayasan, pimpinan perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, keluarga, dan para pemangku kepentingan juga dinilai penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

Rektor Universitas Bakti Indonesia, Dr. Haya, M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pendidikan tinggi sebagai salah satu pilar pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing.
Penyelenggaraan yudisium Tahun Akademik 2025–2026 menjadi bagian dari perjalanan akademik mahasiswa sekaligus langkah menuju tahapan baru dalam kehidupan profesional dan pengabdian kepada masyarakat.

Universitas Bakti Indonesia diharapkan terus memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan kompetensi praktis mahasiswa, serta membangun karakter lulusan yang profesional, mandiri, dan berintegritas.
Upaya tersebut penting agar lulusan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, mengembangkan potensi daerah, serta berperan aktif dalam menghadapi tantangan pembangunan di tingkat regional maupun nasional.

Bagi 311 peserta yudisium, pencapaian ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab baru untuk mengamalkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
Dukungan keluarga, dedikasi dosen, dan proses pembelajaran yang telah dilalui menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut. Para lulusan diharapkan mampu memanfaatkan kompetensi yang dimiliki untuk berkarya, menciptakan peluang, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Kegiatan yudisium turut dihadiri Ketua Yayasan Puspa Dunia, Dra. Hj. Isnainiwati, M.Pd.; Pembina Yayasan Puspa Dunia, Prof. Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M.; Rektor Universitas Bakti Indonesia, Dr. Haya, M.Pd.I.; serta Sekretaris Yayasan, Moh. Dwi Puspa Setiawan, bersama jajaran yayasan dan pimpinan akademik lainnya.
Kehadiran unsur pimpinan yayasan dan perguruan tinggi mencerminkan pentingnya sinergi kelembagaan dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan, peningkatan mutu akademik, dan pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada kualitas serta kebermanfaatan.

Rangkaian acara diawali dengan doa pembuka, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana semakin khidmat melalui penampilan paduan suara yang membawakan himne dan mars Universitas Bakti Indonesia, karya Pembina Yayasan Puspa Dunia, Prof. Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan nama-nama mahasiswa peserta yudisium dari berbagai bidang keilmuan, sambutan pimpinan yayasan dan perguruan tinggi, serta penampilan sejumlah lagu hiburan.

Acara ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, dan sesi foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh kebersamaan, menjadi momen kebanggaan bagi para mahasiswa, keluarga, dan sivitas akademika Universitas Bakti Indonesia.

Semangat “Mahasiswa UBI, Mahasiswa Luar Biasa” menjadi pesan penting bagi para lulusan agar menjadikan keberhasilan akademik sebagai awal untuk terus belajar, berkarya, berinovasi, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Melalui yudisium Tahun Akademik 2025–2026, Universitas Bakti Indonesia berharap para lulusan dapat melangkah ke tahap berikutnya dengan optimisme, menjaga integritas akademik, meningkatkan profesionalitas, dan mengimplementasikan kompetensi yang telah diperoleh.
Melalui yudisium Tahun Akademik 2025–2026, Universitas Bakti Indonesia berharap para lulusan dapat melangkah ke tahap berikutnya dengan optimisme, menjaga integritas akademik, meningkatkan profesionalitas, dan mengimplementasikan kompetensi yang telah diperoleh.
Dengan demikian, keberhasilan 311 peserta yudisium diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik semata, tetapi menjadi awal perjalanan untuk membangun masa depan yang lebih baik, memperkuat potensi daerah, dan mendukung terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, serta berdaya saing.
