BANYUWANGI – Selendangsutra.id _ Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi, Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, M.Sc., menghadiri “Festival Maritim” yang digelar dalam rangka memperingati Hari Nelayan Nasional 2025 dan Hari Lahir (Harlah) ke-91 Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di kawasan wisata bahari Pantai Bangsring Underwater, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, pada Rabu (15/05/2025) siang.
Festival yang menyatukan unsur TNI, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta komunitas pesisir ini mengangkat tema “Sinergi Maritim untuk Ketahanan Laut dan Ekonomi Pesisir Berkelanjutan”. Acara ini menjadi simbol kolaborasi strategis dalam menjaga kedaulatan laut, memperkuat ketahanan pangan berbasis bahari, serta memelihara keberlanjutan ekosistem pesisir.
Sebagai bentuk aksi nyata, digelar kegiatan konservasi berupa pelepasan 10.000 bibit ikan kerapu dan tukik (anak penyu) ke laut, serta transplantasi terumbu karang oleh relawan dan tim selam gabungan. Langkah ini bukan hanya sebatas simbolis, namun mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga sumber daya laut dari ancaman eksploitasi dan kerusakan ekologis.
Dalam sambutannya, Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso, menyampaikan ucapan selamat Hari Nelayan 2025 dan Harlah GP Ansor ke-91, serta mengapresiasi kepada para nelayan dan keluarga besar GP Ansor-Banser atas kiprah dan dedikasi mereka dalam membangun kesadaran kolektif menjaga laut.
Danlanal juga menekankan, bahwa laut bukan hanya urusan nelayan atau militer semata, melainkan ruang strategis yang menyangkut kedaulatan bangsa, ekonomi rakyat, dan keberlanjutan generasi mendatang.
“Nelayan adalah garda depan dalam menjaga ketahanan pangan laut. TNI AL hadir bukan hanya sebagai pengaman wilayah, tetapi juga mitra strategis dalam memberdayakan potensi maritim nasional. Kita perlu bersatu dan sinergi antara TNI, pemuda, dan masyarakat, agar laut tetap bersih, aman, dan berkelanjutan,” tegas Letkol Laut (P) Puji Santoso.
Festival ini tidak hanya menjadi perayaan simbolik, namun juga platform edukasi dan pemberdayaan. Masyarakat diajak memahami pentingnya konservasi laut, ekonomi biru, dan penguatan jejaring sosial-ekologis dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan eksploitasi sumber daya kelautan.
Dengan kehadiran berbagai pihak, mulai dari unsur militer, pemerintah daerah, pemuda GP Ansor, hingga komunitas pesisir, Festival Maritim di Pantai Bangsring ini menegaskan satu pesan kuat yakni menjaga laut adalah tanggung jawab bersama, demi Indonesia yang berdaulat dan berkelanjutan dari laut.
