
BANDA ACEH ,Selendangsutra.id — Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat posisinya dalam peta pendidikan tinggi Indonesia. Dalam sejumlah pemeringkatan internasional terbaru, kampus yang berada di Banda Aceh tersebut mencatat capaian pada tingkat nasional sekaligus memperoleh pengakuan dalam indikator pendidikan berkualitas di tingkat global.
Dalam QS World University Rankings 2026, USK untuk pertama kalinya masuk pemeringkatan tersebut dan berada pada posisi 14 nasional, dengan posisi 1401+ dunia. QS menilai universitas melalui sejumlah indikator, antara lain reputasi akademik, reputasi lulusan, rasio dosen-mahasiswa, sitasi, internasionalisasi, serta dampak riset.
Sementara dalam Times Higher Education (THE) World University Rankings 2026, USK tercatat berada pada peringkat 9 nasional dan kelompok 1501+ dunia. USK juga mencatat peningkatan pada indikator Teaching dan Research Quality dalam pemeringkatan tersebut.
Pendidikan Berkualitas Masuk 100 Besar Dunia
Capaian yang menarik lainnya datang dari THE Impact Rankings 2025, khususnya indikator SDG 4: Quality Education. Dalam indikator pendidikan berkualitas tersebut, USK berada pada peringkat 66 dunia. Pemeringkatan itu melibatkan 2.389 universitas dari berbagai negara. Secara keseluruhan, USK berada pada kelompok 601–800 dunia dalam THE Impact Rankings 2025.
Data tersebut menunjukkan bahwa pengukuran kualitas perguruan tinggi tidak hanya berbicara mengenai reputasi akademik, tetapi juga kontribusi universitas terhadap pendidikan, penelitian, tata kelola dan pengabdian kepada masyarakat.
Momentum Baru Pendidikan Tinggi Aceh
Capaian USK tersebut menjadi momentum bagi Aceh untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi secara lebih luas. USK sebagai salah satu perguruan tinggi utama di Aceh memiliki posisi strategis untuk menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan inovasi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan daerah.
Aceh memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, kelautan, energi, mineral, lingkungan, kesehatan hingga pariwisata. Potensi tersebut membutuhkan dukungan riset dan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri dan pembangunan daerah. Karena itu, peningkatan reputasi USK dapat diarahkan tidak hanya untuk mengejar posisi dalam pemeringkatan internasional, tetapi juga memperkuat hubungan antara kampus, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
Dari Kampus Menjadi Pusat Riset dan Inovasi Aceh
Tantangan berikutnya adalah bagaimana capaian akademik tersebut diterjemahkan menjadi manfaat nyata. USK dapat memperkuat penelitian terapan yang menjawab persoalan Aceh, seperti pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, hilirisasi komoditas, teknologi pertanian, energi terbarukan, mitigasi bencana, kesehatan masyarakat, ekonomi digital dan pengembangan industri lokal.
Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menghasilkan teknologi, inovasi, tenaga ahli dan rekomendasi kebijakan yang dapat digunakan untuk mempercepat pembangunan. Bagi Aceh, keberadaan universitas dengan pengakuan internasional juga dapat menjadi modal untuk membangun kerja sama pendidikan dan riset dengan perguruan tinggi serta lembaga penelitian dari berbagai negara.
Pendidikan sebagai Fondasi Kemandirian Aceh
Kemajuan USK sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan Aceh memiliki peluang untuk terus naik ke level nasional dan internasional. Namun, kemajuan pendidikan tidak dapat hanya bertumpu pada satu perguruan tinggi. Diperlukan ekosistem yang menghubungkan pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan vokasi dan perguruan tinggi. Jika ekosistem tersebut dibangun secara konsisten, Aceh dapat memiliki sumber daya manusia yang lebih siap mengelola potensi daerahnya sendiri.
Sumber daya alam Aceh membutuhkan sumber daya manusia Aceh yang berkualitas
Karena itu, momentum peningkatan reputasi USK dapat menjadi bagian dari agenda yang lebih besar: membangun Aceh sebagai daerah yang tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga memiliki pusat pendidikan, penelitian dan inovasi yang mampu bersaing di tingkat nasional dan global.
