JAKARTA, Selendangsutra.id — Perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai masih menghadapi pekerjaan rumah besar, terutama dalam memastikan program-program strategis benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat bawah.
Sejumlah relawan Prabowo-Gibran menilai program unggulan seperti koperasi dan Makan Bergizi Gratis (MBG) masih membutuhkan pembenahan agar pelaksanaannya lebih efektif, tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
“Perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran harus terus dievaluasi. Rakyat di bawah membutuhkan bukti nyata berupa lapangan kerja, peningkatan pendapatan, harga kebutuhan yang terjangkau, dan kesempatan usaha,” ujar salah seorang relawan Prabowo-Gibran.
Sektor Strategis dan Pekerjaan Rumah Kabinet
Di sisi lain, relawan menilai langkah pemerintah mendorong hilirisasi, teknologi, ketahanan pangan, dan ketahanan energi merupakan terobosan strategis yang perlu terus diperkuat. Salah satu posisi penting adalah energi dan pangan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman disebut masih menjadi figur yang dapat diandalkan untuk mengawal agenda strategis tersebut, meskipun keduanya tetap harus menghadapi berbagai tantangan besar di lapangan.
Namun, pekerjaan rumah pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai tidak hanya berada pada sektor energi dan pangan. Kabinet juga dituntut lebih agresif membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan devisa negara. Sektor pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, perdagangan, industri, investasi, konektivitas transportasi, serta pengembangan ekonomi daerah dinilai harus menjadi mesin pertumbuhan baru.
“Indonesia membutuhkan kabinet yang tidak hanya menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi mampu menghadirkan terobosan. Ukuran keberhasilan pemerintah pada akhirnya adalah manfaat yang dirasakan rakyat,” katanya.

Konektivitas Daerah dan Pemberantasan Korupsi
Relawan juga mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh hanya berpusat di kota-kota besar. Konektivitas antardaerah dan antarpulau harus diperkuat agar produk UMKM, pertanian, perkebunan, perikanan, dan industri daerah dapat masuk ke pasar nasional maupun global.
Menurutnya, pemberantasan korupsi juga harus menjadi bagian penting dalam pembangunan. Program pemerintah yang besar tidak akan memberikan hasil maksimal apabila masih dibebani persoalan kebocoran anggaran, tata kelola yang lemah, dan praktik korupsi.
Karena itu, evaluasi terhadap kinerja kabinet dinilai penting untuk memastikan visi besar pemerintahan Prabowo-Gibran dapat diterjemahkan menjadi program konkret.
Evaluasi Dukungan Menuju 2029
Menariknya, kelompok relawan tersebut juga mulai berbicara mengenai arah dukungan politik menuju Pemilu 2029. Mereka menyatakan tidak ingin mengulang pola relawan politik yang hanya bekerja ketika momentum pemilu tiba. Ke depan, mereka menggagas pembentukan sebuah wadah yang lebih berorientasi pada gagasan dan solusi bagi bangsa.
“Kami tidak ingin sekadar menjadi relawan. Ke depan, kami ingin membangun gerakan pro-presiden yang membawa solusi bangsa dan negara, dengan melibatkan kalangan intelektual, profesional, pengusaha, akademisi, dan masyarakat yang memiliki gagasan,” ujarnya.
Gerakan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang berkumpulnya para intelektual dan profesional untuk menawarkan gagasan konkret mengenai ekonomi, energi, pangan, teknologi, pendidikan, kesehatan, industri, pariwisata, UMKM, dan pembangunan daerah.
Menurutnya, dukungan politik harus dibangun berdasarkan kinerja dan solusi, bukan sekadar loyalitas politik. Dengan demikian, politik ke depan tidak hanya berbicara mengenai siapa yang berkuasa, tetapi juga mengenai apa solusi yang dapat diberikan untuk mempercepat kesejahteraan rakyat dan memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global.
“Kalau program pemerintah berhasil dan rakyat merasakan manfaatnya, tentu dukungan akan semakin kuat. Tetapi kalau masih banyak persoalan yang tidak diselesaikan, masyarakat dan relawan juga mempunyai hak untuk melakukan evaluasi,” katanya.
(H.R. Dody)
