JAKARTA, Selendangsutra.id – Investasi industri pengolahan nilam di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, terus menunjukkan perkembangan. PT Elite Agriculture Industry melalui pengembangan industri patchouli atau nilam telah menjalankan uji coba penanaman nilam seluas sekitar 300 hektare sebagai bagian dari penguatan rantai industri dari hulu hingga hilir. Pengembangan tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk mengembalikan kejayaan nilam Aceh sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat dan petani di daerah.
PT Elite Agriculture Industry sebelumnya telah membangun fasilitas pengolahan minyak nilam di Kabupaten Bener Meriah. Pengembangan hilirisasi nilam ini juga sejalan dengan potensi Aceh Gayo sebagai salah satu daerah penghasil bahan baku minyak atsiri berkualitas. Direktur PT Elite Agriculture Industry, Dody Iwa Kusuma Jaya, mengatakan perusahaan saat ini telah memiliki dua unit peralatan penyulingan untuk mendukung pengolahan hasil panen nilam masyarakat dan perkebunan binaan.
Menurutnya, fasilitas penyulingan tersebut terus dikembangkan dengan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. “Pengembangan industri nilam tidak hanya berbicara tentang produksi minyak nilam, tetapi bagaimana masyarakat di sekitar kawasan industri dapat ikut menikmati nilai ekonomi dari dari hilirisasi ini,” ujar Dody. Perusahaan juga tengah mengembangkan penggunaan teknologi dan sistem energi yang lebih ramah lingkungan dalam proses penyulingan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mendukung pembangunan industri hijau
Skema Bagi Hasil untuk Masyarakat
Salah satu program yang menjadi perhatian PT Elite Agriculture Industry adalah keterlibatan langsung masyarakat dalam kegiatan pengolahan nilam. Melalui pola kerja sama yang dikembangkan, masyarakat diberikan kemudahan untuk melakukan penyulingan dengan sistem kemitraan dan bagi hasil. Dalam skema yang disiapkan, masyarakat memperoleh porsi hasil sebesar 60 persen, sementara pihak nerusahaan memperoleh 40 persen, sesuai kesepakatan dan mekanisme kerja sama yang dijalankan.
Pola tersebut diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung kepada petani dan masyarakat sekitar lokasi industri. “Kami ingin masyarakat menjadi bagian dari pertumbuhan industri ini. Perusahaan dan masyarakat harus saling mendukung agar industri nilam dapat berkembang secara berkelanjutan ” kata Dody. Pendekatan kemitraan dengan masyarakat juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam pengembangan pertanian berkelanjutan, termasuk keterlibatan petani lokal dan penerapan metode yang lebih ramah lingkungan.

Pasar Eropa, Amerika Serikat dan India Dijajaki
Tidak hanya membangun industri pengolahan di dalam negeri, PT Elite Agriculture Industry juga mulai menjajaki peluang pemasaran minyak nilam ke pasar internasional. Sejumlah pasar potensial seperti Eropa, Amerika Serikat dan India disebut menjadi bagian dari penjajakan pasar ekspor perusahaan. Minyak nilam merupakan salah satu bahan baku penting dalam industri parfum, kosmetik dan produk minyak atsiri. Elite Agriculture Industry sendiri menyatakan fokus pada penyediaan minyak nilam Indonesia untuk kebutuhan industri global dengan standar kualitas internasional. Dengan semakin berkembangnya industri pengolahan, Bener Meriah diharapkan tidak hanya menjadi daerah penghasil tanaman nilam, tetapi mampu berkembang menjadi salah satu pusat hilirisasi minyak nilam Aceh.
Dorong Nilai Tambah Ekonomi Daerah
Pengembangan industri nilam dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ekonomi masyarakat pedalaman. Sebelumnya, pengembangan nilam di Bener Meriah juga mendapatkan perhatian pemerintah daerah dan pemerintah Aceh. Sejumlah rencana pengembangan kawasan budidaya serta fasilitas pengolahan nilam telah didorong melalui kerja sama dengan PT Elite Agriculture Industry dan mitra usaha lainnya.
Dody berharap dukungan pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dapat mempercepat terbentuknya ekosistem industri industri nilam terpadu di aceh. Nilam tidak lagi hanya dinikmati di luar daerah. Masyarakat Bener Meriah harus menjadi bagian utama dari pertumbuhan industri nilam ini,” katanya. Ke depan, keberhasilan investasi dan hilirisasi nilam di Bener Meriah diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan industri berbasis komoditas lokal di Aceh. Dengan dukungan teknologi, kemitraan masyarakat, penyulingan yang lebih ramah lingkungan serta pembukaan akses pasar internasional, nilam Aceh berpeluang semakin memperkuat posisinya dalam industri minyak atsiri dunia.
PT Elite Agriculture Industry melalui pengembangan industri patchouli optimistis Bener Meriah dapat tumbuh sebagai salah satu sentra produksi dan hilirisasi minyak nilam yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus membuka peluang ekspor bagi Indonesia.
(DIK)
