BANDA ACEH, Selendangsutra.id — Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan perannya dalam melahirkan talenta muda Aceh yang mampu bersaing hingga tingkat internasional. Salah satunya adalah Cut Aura Maghfirah Putri, putri kelahiran Banda Aceh yang kini melanjutkan pendidikan magister di Korea Selatan. Lahir di Banda Aceh pada 15 Januari 2000, Cut Aura telah menunjukkan prestasi sejak usia muda. Ia menjadi Paskibraka Nasional 2016 sebagai perwakilan Aceh dan dipercaya menjadi pembawa baki pada upacara penurunan bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 Agustus 2016.
Setelah pengalaman tersebut, Cut Aura melanjutkan pendidikan di bidang keperawatan di Universitas Syiah Kuala. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana keperawatan dan pendidikan profesi keperawatan di USK. Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut ke Korea Selatan. Cut Aura kini menempuh Master of Science in Nursing dengan fokus Community Health Nursing di Seoul National University (SNU) melalui beasiswa LPDP.
Dari USK Menuju Kampus Dunia
Perjalanan Cut Aura menjadi salah satu contoh bagaimana USK dapat menjadi pijakan bagi putra-putri Aceh untuk berkembang dan melanjutkan pendidikan ke tingkat internasional. Prestasi alumni memiliki arti penting bagi kemajuan perguruan tinggi. Ketika lulusan USK melanjutkan pendidikan, melakukan penelitian, dan berkiprah di lingkungan internasional, nama USK turut hadir dan dikenal di tingkat global.
Kisah Cut Aura juga menunjukkan bahwa perjalanan menuju kampus dunia dapat dimulai dari Aceh. Dari Banda Aceh, ia menempuh pendidikan di USK sebelum akhirnya melanjutkan studi ke Seoul National University.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat citra USK sebagai perguruan tinggi yang melahirkan talenta berkualitas, berdaya saing, dan mampu membawa nama Aceh serta Indonesia ke tingkat internasional.
Perjalanan Cut Aura di SNU masih terus berlangsung. Babak baru ini diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh sekaligus kontribusi bagi semakin majunya Universitas Syiah Kuala di tingkat nasional dan global.
(GM MARKO)
