BANYUWANGI, Selendangsutra.id — Ribuan warga memadati lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Mansya’ul Huda, Dusun Gempol Dampit, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (25/8/2026).

Mereka mengikuti jalan sehat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang digelar Majelis Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal Khitoh Indonesia Cabang Kabupaten Banyuwangi tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Panitia menyebut jumlah peserta mencapai sekitar 5.000 orang lebih, yang mayoritas berasal dari wilayah Kecamatan Tegaldlimo, termasuk masyarakat sekitar pesantren dan alumni Ponpes Mansya’ul Huda. Peserta juga datang dari sejumlah wilayah seperti Muncar dan Srono.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Mursyidul’am Jamaah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal Khitoh Indonesia, KH Fathulloh Suyuti Thoha yang sekaligus Pengasuh Ponpes Mansya’ul Huda.
Sejak pagi, masyarakat dari berbagai unsur telah berdatangan ke lokasi. Peserta terdiri atas santri, alumni pesantren, tokoh agama, guru, pelajar, pemuda, organisasi kemasyarakatan, TNI-Polri, serta masyarakat umum.

Hadir dalam kegiatan tersebut KH Fathulloh Suyuthi Thoha, Kapolsek Tegaldlimo AKP Sadimun, SH, KH Ibnu Sodik Fahim, KH Amin Tohari, Ketua DPC Jamaah Dzikir Nurul Wathon Kabupaten Banyuwangi Sudarman, S.Pd., M.Si., Ketua Panitia Ali Mustofa, unsur pendidikan, tokoh masyarakat, serta jajaran organisasi dan komunitas yang turut mendukung kegiatan.

Rangkaian acara diawali dengan senam bersama. Selanjutnya, sekitar pukul 07.30 WIB, peserta dilepas langsung oleh KH Fathulloh Suyuthi Thoha untuk menempuh rute jalan sehat kurang lebih dua kilometer. Antusiasme peserta semakin tinggi karena panitia menyediakan berbagai hadiah melalui kupon undian. Hadiah utama berupa satu ekor sapi berhasil dimenangkan oleh Subari, warga Desa Kedungasri. Sementara dua ekor kambing masing-masing dimenangkan Sumar, warga Desa Kedungwungu, dan Susi, warga Desa Tegaldlimo. Selain itu, panitia juga menyiapkan ratusan hadiah hiburan bagi peserta.

Ketua Panitia Ali Mustofa mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan dapat terlaksana dengan baik meski persiapannya dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.
“Alhamdulillah, meski waktu persiapan sangat singkat, hanya tiga hari, acara berjalan lancar berkat kekompakan seluruh elemen masyarakat, TNI-Polri, tokoh agama, pemuda, dan semua pihak,” ujar Ali Mustofa.

Menurutnya, jalan sehat tersebut bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan kebersamaan, mempererat tali persaudaraan, serta mengajak masyarakat menjaga kesehatan sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif,” katanya.

Ali menambahkan, peringatan Maulid Nabi dan HUT Kemerdekaan RI idealnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Jalan sehat ini bukan sekadar olahraga bersama. Lebih dari itu, menjadi sarana memperkuat persaudaraan, gotong royong dan semangat kebangsaan,” tegasnya.
Sinergi Lintas Elemen Masyarakat
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, NU, Banser, PGRI dan jajaran pendidikan, Pecalang, Senkom, komunitas pemuda Sambung Roso, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan dan elemen masyarakat lainnya.

Ketua DPC Jamaah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal Khitoh Indonesia Kabupaten Banyuwangi, Sudarman, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat.
Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada KH Suyuti Thoha selaku Mursyidul’am Jamaah Dzikir Nurul Wathon sekaligus Pengasuh Ponpes Mansya’ul Huda, Gus Lukman Ali selaku Wakil Ketua, serta Ibu Esti dari unsur perguruan atau pendidikan.
Sudarman mengatakan, kegiatan tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai bentuk kepedulian pesantren terhadap perjuangan bangsa, sekaligus mengawali rangkaian kegiatan dzikir bersama masyarakat yang akan dilaksanakan pada 28 Agustus 2026.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua Panitia Ali Mustofa, Korwil pendidikan, jajaran guru Kecamatan Tegaldlimo, PGRI, tenaga kesehatan, TNI, Polri, serta seluruh masyarakat yang telah bekerja sama sehingga kegiatan berjalan tertib dan meriah.
“Semoga ke depan sinergitas antara Nurul Wathon, PGRI Kecamatan Tegaldlimo dan Korwil pendidikan di bawah asuhan Abah Kyai Suyuti Thoha semakin erat dan terus ditingkatkan. Semoga kita dapat mengawal kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara,” ujar Sudarman.

Menurutnya, keterlibatan pesantren dalam memperingati kemerdekaan menjadi bagian penting dalam menanamkan kecintaan terhadap NKRI.
“Tidak banyak pondok pesantren yang begitu memperhatikan dan menyelenggarakan kegiatan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Ini menjadi kebanggaan kita semua,” katanya.

Sementara itu, KH Fathulloh Suyuti Thoha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa perpaduan antara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT Kemerdekaan RI memiliki pesan penting tentang persatuan, kebersamaan dan kecintaan terhadap bangsa.
Menurutnya, kegiatan Jamaah Dzikir Nurul Wathon diarahkan untuk memperkuat persatuan masyarakat serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Setiap warga bangsa Indonesia harus menyatu, utuh dan kompak. Jangan sampai terpengaruh hal-hal yang dapat memecah belah persatuan,” ungkapnya.

KH Fathulloh juga mengingatkan masyarakat mengenai agenda Dzikir Bersama Jamaah Nurul Wathon, TNI-Polri, masyarakat dan tokoh agama pada Jumat, 28 Agustus 2026, setelah salat Jumat.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menghadirkan seluruh unsur masyarakat dan tokoh agama sebagai simbol persatuan bangsa.
“Melalui Nurul Wathon, kita ingin menunjukkan bahwa bangsa dan negara Indonesia dapat bersatu tanpa sekat,” tegasnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap bulan Agustus setiap tahunnya, bersamaan dengan rangkaian kegiatan Jamaah Dzikir Nurul Wathon.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi teladan dan percontohan nasional, karena Nurul Wathon berdiri dengan satu tujuan, yaitu menyatukan seluruh bangsa Indonesia,” tambah KH Fathulloh.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Korwil Pendidikan Kecamatan Tegaldlimo, Handayani. Ia menyatakan pihaknya mendukung kegiatan pengajian dan dzikir Nurul Wathon sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan masyarakat.
Menurut Handayani, pesan persatuan yang disampaikan KH Suyuti Thoha relevan untuk terus ditanamkan di tengah masyarakat, termasuk melalui lingkungan pendidikan.
“Kita semua harus bersatu. Dari semua agama, tetap satu bangsa dan satu negara,” ujarnya.

Ia mengajak kepala sekolah dan para guru untuk terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan positif yang mengedepankan persatuan, termasuk agenda jalan sehat dan dzikir bersama.
“Khusus kegiatan tanggal 28, insya Allah kami dukung sepenuhnya. Semoga semangat persatuan ini terus kita jaga bersama,” katanya.

Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan lancar, pengamanan melibatkan 9 personel Polri, 7 personel Banser, 5 personel Senkom, serta 20 personel panitia. Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Tegaldlimo AKP Sadimun, SH.

Sekitar pukul 08.25 WIB, seluruh peserta tiba di garis finis di lingkungan Ponpes Mansya’ul Huda dan dilanjutkan dengan pembagian doorprize.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.
Kegiatan jalan sehat tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan masyarakat.
