BANYUWANGI, Selendangsutra.id — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal Khithoh Indonesia menggelar dzikir dan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, serta keberkahan bangsa dan negara.

Kegiatan yang sarat nuansa religius dan kebangsaan tersebut berlangsung pada Minggu malam, 16 Agustus 2026, di Pondok Pesantren Mansya’ul Huda, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Dimulai sekitar pukul 20.25 WIB dan berakhir sekitar pukul 21.30 WIB, kegiatan diikuti ratusan jamaah dari beberapa luar kota,tokoh agama, para santri, masyarakat, serta unsur TNI dan Polri. Suasana malam kemerdekaan di lingkungan pesantren itu berlangsung khidmat, penuh kekeluargaan, sekaligus mencerminkan kuatnya ikatan antara nilai keislaman dan semangat kebangsaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Mursyidul’am Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal Khithoh Indonesia sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda Tegaldlimo, KH. Fathulloh Suyuti Thoha; Camat Tegaldlimo Trisetya Supriyanto, S.STP., M.Si.; Kapolsek Tegaldlimo AKP Sadimun, S.H.; Danramil 0825.09 Tegaldlimo Kapt.Arm Siswandi; Kyai Fadli dari Bangkalan; Kyai Makruf Al Kharki; serta jajaran Koramil 0825.09 dan anggota Polsek Tegaldlimo, jamaah dan masyarakat.

Dalam sambutannya, KH. Fathulloh Suyuti Thoha menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh tamu undangan, jajaran TNI-Polri, masyarakat, santri dan jamaah yang berkenan hadir dalam majelis doa bersama tersebut.
Menurutnya, dzikir dan doa pada malam menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI merupakan bagian dari ikhtiar batin. Setelah para pendahulu bangsa berjuang dengan jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan, generasi saat ini memiliki kewajiban menjaga kemerdekaan tersebut melalui persatuan, akhlak, pengabdian dan doa.
“Doa bersama ini kita niatkan untuk mendoakan bangsa dan negara agar Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian dan keberkahan. Di bulan kemerdekaan ini, jangan sampai kita terpancing oleh isu-isu apa pun yang bertujuan mengadu domba sesama anak bangsa,” ujar KH. Fathulloh Suyuti Thoha.

Pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda itu juga mengingatkan pentingnya tabayun dan kedewasaan dalam menyikapi berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya umat Islam dan kalangan santri, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat merusak ukhuwah, persaudaraan dan persatuan nasional.
“Harapan kita, bangsa Indonesia senantiasa dijauhkan dari segala musibah dan para pemimpin bangsa diberikan hidayah, kekuatan serta kebijaksanaan dalam menjalankan amanah,” lanjutnya.
kemerdekaan harus dijaga dengan persatuan, Indonesia harus dirawat dengan akhlak, dan ikhtiar lahir harus diiringi ikhtiar batin.
“Semoga bangsa dan negara Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, persatuan dan kedamaian. Semoga semangat kemerdekaan menjadi energi bagi seluruh anak bangsa untuk bersama-sama menjaga NKRI,” pungkas KH. Fathulloh Suyuti Thoha.

Kehadiran unsur TNI dan Polri bersama para ulama, santri dan masyarakat menjadi gambaran bahwa menjaga Indonesia bukan hanya tugas satu kelompok, melainkan tanggung jawab seluruh anak bangsa.

Kapolsek Tegaldlimo AKP Sadimun, S.H., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kebersamaan, komunikasi serta sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat.

Sementara itu, Danramil 0825.09 Tegaldlimo Kapt. Arm. Siswandi turut menyampaikan pesan kebangsaan agar semangat kemerdekaan terus dirawat dengan menjaga persatuan dan kondusivitas wilayah.
Para santri dan jamaah tidak hanya diajak memahami kemerdekaan sebagai warisan sejarah, tetapi juga sebagai amanah yang harus dirawat melalui akhlakul karimah, gotong royong dan kecintaan kepada tanah air.
Bagi Jama’ah Dzikir Nurul Wathon, dzikir kebangsaan bukan sekadar kegiatan seremonial menyambut hari kemerdekaan. Ia menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk mengetuk pintu langit, memohon agar Indonesia senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
Di tengah suasana khidmat, jamaah memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa, para pemimpin negara, masyarakat Indonesia serta keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan doa juga dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus bentuk penghormatan kepada para syuhada dan pahlawan yang telah mengorbankan harta, tenaga bahkan nyawa demi tegaknya Indonesia.
Dzikir dan doa bersama dipimpin langsung oleh KH. Fathulloh Suyuti Thoha dalam suasana penuh kekhusyukan. Para jamaah larut dalam lantunan dzikir dan doa untuk Indonesia.
Mereka memohon agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan keamanan dan ketenteraman, dijauhkan dari bencana serta berbagai bentuk perpecahan, dan diberikan kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan zaman. Kegiatan berlangsung tertib, aman dan penuh kekhidmatan hingga selesai sekitar pukul 21.30 WIB.
