BANYUWANGI, Selendangsutra.id — Semangat membangun generasi muda melalui kegiatan positif mulai diwujudkan masyarakat Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi, melalui program Car Free Night (CFN) yang digelar di sepanjang Jalan KH Asy’ari.
Lurah Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi Hotmada Tanjung, M.Si. yang diwakili ketua RW Lutfi bersama semua perangkat RT beserta seluruh unsur masarakat dan pemuda karang taruna menjelaskan Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung setiap malam Minggu selama bulan Agustus, mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB. Ruang publik ini tidak hanya menjadi tempat masyarakat menikmati suasana malam, tetapi juga diharapkan menjadi wadah bagi anak muda untuk berkegiatan secara kreatif, produktif, dan membangun kebersamaan.

Gagasan Car Free Night tersebut lahir dari kepedulian terhadap masa depan generasi muda, khususnya anak-anak dan pelajar. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, generasi muda dinilai perlu memiliki ruang interaksi langsung agar tidak seluruh waktunya tersita oleh telepon genggam maupun permainan daring.
Mencegah Generasi Muda Terjerumus Pergaulan Negatif
Kegiatan positif di ruang publik dinilai penting sebagai salah satu upaya membangun lingkungan sosial yang sehat bagi anak muda.
Para pemuda diharapkan memiliki alternatif kegiatan yang dapat mengembangkan kreativitas, kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Dengan demikian, waktu luang tidak hanya dihabiskan untuk aktivitas yang kurang produktif.
“Jangan sampai anak-anak muda, khususnya yang masih sekolah, terjerumus pada hal-hal negatif seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang maupun narkoba. Mereka harus diarahkan pada kegiatan yang positif dan membangun masa depan,” demikian semangat yang melandasi pelaksanaan Car Free Night di Jalan KH Asy’ari.
Menurut gagasan tersebut, pendekatan kepada generasi muda tidak cukup hanya dengan memberikan larangan. Orang dewasa, masyarakat, dan lingkungan harus hadir bersama mereka, membangun komunikasi serta memberikan ruang untuk melakukan aktivitas yang positif.
Menghidupkan Kembali Permainan Tradisional
Menariknya, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali berbagai permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan anak-anak.
Di tengah maraknya penggunaan gawai dan permainan online, permainan tradisional dapat menjadi sarana membangun interaksi sosial, kerja sama, sportivitas, sekaligus memperkenalkan kembali budaya permainan yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Semangatnya sederhana: teknologi boleh berkembang, tetapi interaksi sosial dan nilai-nilai kebersamaan jangan sampai hilang.
Car Free Night diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk bertemu, berkomunikasi, bermain, berkreasi, sekaligus belajar membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dari Nongkrong Menjadi Kegiatan Produktif
Fenomena anak muda yang menghabiskan waktu dengan nongkrong tanpa arah juga menjadi perhatian. Ruang publik yang dikelola dengan baik diharapkan mampu mengubah kebiasaan tersebut menjadi aktivitas yang lebih produktif.
Daripada membiarkan anak-anak muda mencari tempat berkumpul tanpa kegiatan yang jelas, masyarakat berupaya menyediakan ruang yang aman, terbuka, dan memiliki nilai positif.
Semangat yang dibangun adalah mengubah aktivitas negatif menjadi kegiatan positif, melalui pendekatan persuasif, kebersamaan, dan keterlibatan masyarakat.
Sebab, membangun generasi masa depan bukan hanya tanggung jawab keluarga, melainkan juga membutuhkan dukungan lingkungan, masyarakat, pemerintah, serta seluruh elemen yang berada di sekitarnya.
Car Free Night Sekaligus Menggerakkan Ekonomi Warga
Selain menjadi ruang publik bagi masyarakat, sepanjang Jalan KH Asy’ari juga diramaikan oleh berbagai aktivitas ekonomi warga.
Sejumlah pedagang menjajakan beragam makanan dan minuman, termasuk kuliner khas masyarakat kampung. Kehadiran para pelaku usaha kecil tersebut membuat suasana Car Free Night semakin hidup sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi warga.
Konsep ini menjadikan Car Free Night bukan sekadar kegiatan hiburan, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi. Masyarakat dapat menikmati suasana malam bersama keluarga, sementara pelaku UMKM dan pedagang lokal mendapatkan ruang untuk memperkenalkan serta menjual produk mereka.
Kuliner rakyat yang hadir di sepanjang jalan juga menjadi bagian dari kekayaan lokal yang layak diperkenalkan kepada masyarakat luas.
