Selendangsutra.id , Dalam khazanah budaya Jawa, istilah “londo ireng” sering digunakan sebagai ungkapan kiasan untuk menggambarkan seseorang yang berpihak kepada kepentingan asing atau mengabaikan kepentingan bangsanya sendiri. Dalam pemakaian modern, istilah ini lebih tepat dipahami sebagai metafora, bukan sebagai sebutan yang ditujukan kepada kelompok atau individu tertentu.
Di era persaingan global yang semakin ketat, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis. Kekayaan sumber daya alam, jumlah penduduk yang besar, dan letak geografis yang penting menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki potensi ekonomi luar biasa. Potensi tersebut juga membuat Indonesia menjadi pusat perhatian berbagai kepentingan internasional.
Di tengah kondisi itu, bangsa Indonesia menghadapi tantangan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan, investasi, dan kerja sama internasional benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. Perbedaan pandangan mengenai arah pembangunan adalah bagian dari demokrasi, tetapi semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Dalam ruang publik, terkadang muncul anggapan bahwa ada pihak-pihak yang lebih mengutamakan kepentingan luar dibandingkan kepentingan bangsa sendiri. Anggapan seperti itu perlu disikapi secara hati-hati dan didasarkan pada bukti, bukan prasangka. Kritik terhadap kebijakan maupun terhadap pihak tertentu hendaknya disampaikan secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan fitnah atau perpecahan.
Semangat yang perlu dibangun adalah semangat nasionalisme yang sehat. Indonesia membutuhkan generasi yang berani bersaing di tingkat dunia, menjaga kedaulatan ekonomi, mengelola kekayaan alam secara bijaksana, dan memperkuat persatuan bangsa.

“Londo ireng” hendaknya menjadi pengingat moral bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehormatan bangsa. Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh kepentingan pihak luar, melainkan oleh pilihan dan kerja keras rakyatnya sendiri.
Apabila seluruh elemen bangsa mampu menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju yang mandiri, berdaulat, dan sejahtera. Persatuan, integritas, dan kecintaan kepada tanah air adalah modal utama untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
(H. R. Dody)
