CIREBON, Selendangsutra.id – Workshop Pengasuh Pesantren Nasional bersama KH Imam Jazuli, Lc., M.A. kembali digelar. Program yang ditargetkan menjangkau 5.000 pesantren di seluruh Indonesia ini memasuki angkatan ke-7 dengan peserta pengasuh pesantren dari Provinsi Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan ini berlangsung di Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon pada Sabtu, 11 Juli 2026, mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. KH Imam Jazuli hadir sebagai pemateri tunggal dan menyampaikan berbagai materi strategis tentang transformasi pengelolaan pesantren di tengah perubahan zaman.
Dalam paparannya, KH Imam Jazuli mengajak para pengasuh pesantren untuk berani melakukan pembaruan tata kelola. Menurutnya, ekspektasi masyarakat terhadap pesantren hari ini sudah berbeda dengan masa lalu. Perubahan sosial, kemajuan teknologi, dan disrupsi yang berlangsung cepat menuntut pesantren untuk lebih adaptif, profesional, dan visioner.
“Pengasuh pesantren harus mampu merespons perubahan zaman. Pesantren tidak cukup hanya bertahan, tetapi harus tumbuh dengan tata kelola yang lebih baik,” demikian pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Materi workshop mencakup berbagai aspek penting. Mulai dari pengembangan kurikulum pesantren, manajemen keuangan, pengelolaan sumber daya manusia, personal branding, hingga strategi menyiapkan output pesantren agar mampu diterima di perguruan tinggi negeri maupun meraih beasiswa luar negeri.
Kegiatan ini mendapat perhatian besar dari para peserta karena tidak hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga fasilitas pendukung. Peserta mengikuti kegiatan secara gratis serta memperoleh uang transport, snack, makan, sertifikat, buku teknis manajemen pesantren, dan kesempatan membangun jejaring antarpengasuh pondok pesantren.
Acara tersebut juga dihadiri KH Abdul Hakim Mahfudz, Ketua PWNU Jawa Timur, bersama Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., akademisi dari Malang. Dalam kesempatan itu, Prof. Maskuri menekankan pentingnya pesantren memiliki International Office. Menurutnya, unit tersebut dapat berperan aktif mencarikan peluang beasiswa luar negeri bagi santri.
“Pondok pesantren sudah saatnya memiliki International Office. Tugasnya membantu santri mengakses beasiswa luar negeri, agar mereka dapat belajar di berbagai negara dan kelak mengembangkan ilmunya untuk kemajuan bangsa,” ujar Prof. Maskuri.
Workshop ditutup dengan ijazah Dalailul Khairat oleh KH Imam Jazuli. Ia menegaskan bahwa selain tata kelola modern, pengasuh pesantren juga perlu menjaga kekuatan spiritual. Menurutnya, jalur langit melalui tirakat dan kedekatan kepada Allah SWT tetap menjadi bagian penting dalam perjuangan membesarkan pesantren.
Salah satu peserta, Prof. Dr. KH Moh. Mukhrojin, pengasuh pesantren dari Surabaya, Jawa Timur, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan sangat padat, relevan, dan aplikatif.
“Materinya daging semua. Workshop ini membuka pemahaman baru tentang strategi meningkatkan kuantitas pesantren yang harus diikuti dengan kualitas pesantren sesuai tuntutan zaman,” ungkapnya.
Melalui workshop ini, para pengasuh pesantren diharapkan semakin siap membangun tata kelola pesantren yang modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, tradisi keilmuan, dan kekuatan spiritual yang menjadi fondasi utama pesantren.
