BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Di tengah keberagaman budaya, suku, bahasa, dan adat istiadat di Indonesia, semangat persatuan terus menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Berangkat dari semangat tersebut, lahirlah konsep Selendang Sutra Nusantara yang mengusung tema “Silaturahmi Persaudaraan Antar Suku Bangsa Nusantara” sebagai simbol penguatan persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penggagas nama sekaligus logo Selendang Sutra Nusantara, Suyanto selaku Pemimpin Redaksi Media Online Selendangsutra.id, menjelaskan bahwa setiap unsur dalam logo memiliki filosofi yang mencerminkan semangat kebangsaan, pendidikan, kreativitas, serta kolaborasi lintas suku dan budaya.
“Selendang Sutra Nusantara bukan sekadar nama ataupun identitas visual, tetapi merupakan simbol persaudaraan, persatuan, dan komitmen untuk membangun Indonesia melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun budaya,” ujar Suyanto.
Menurutnya, tulisan “SELENDANG SUTRA” pada bagian atas logo menggambarkan kelembutan, keharmonisan, dan eratnya ikatan silaturahmi antardaerah yang menjadi perekat persatuan bangsa.
Sementara tulisan “NUSANTARA” pada bagian bawah menegaskan tekad untuk menghimpun seluruh elemen masyarakat dari berbagai provinsi, suku, dan budaya dalam satu semangat kebangsaan yang inklusif.
Adapun roda gigi (gear) melambangkan kerja keras, sinergi, dinamika pembangunan, serta produktivitas generasi muda sebagai motor penggerak kemajuan bangsa.
Sayap emas merepresentasikan cita-cita yang tinggi, semangat untuk terus berkembang, serta harapan agar bangsa Indonesia mampu terbang menuju kemajuan, kejayaan, dan daya saing di tingkat global.
Pensil menjadi simbol dunia literasi, kreativitas, kebebasan berpikir, serta peran insan pers, akademisi, dan generasi muda dalam menyampaikan gagasan, mencerdaskan masyarakat, dan membangun peradaban melalui ilmu pengetahuan.
Bola dunia berwarna emas melambangkan wawasan global, keterbukaan terhadap perkembangan dunia, serta tekad agar Indonesia mampu tampil sebagai bangsa yang berpengaruh dan diperhitungkan dalam percaturan internasional.
Buku menggambarkan pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Buku menjadi simbol semangat belajar, menimba ilmu pengetahuan, serta pengembangan inovasi dan kreativitas anak bangsa melalui dunia pendidikan.
Sementara itu, padi berwarna emas melambangkan kemakmuran, kemandirian pangan, dan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan utama pembangunan nasional.
Kapas mencerminkan nilai keadilan sosial, kepedulian antarsesama, dan pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sedangkan pita Merah Putih menjadi simbol identitas nasional, kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta semangat nasionalisme dan cinta tanah air yang harus terus dijaga oleh seluruh anak bangsa.
Melalui filosofi tersebut, Selendang Sutra Nusantara diharapkan menjadi wadah silaturahmi, kolaborasi, dan penguatan persaudaraan antarsuku bangsa yang mampu mempererat persatuan nasional. Semangat gotong royong, toleransi, pendidikan, literasi, dan kecintaan terhadap budaya Nusantara menjadi nilai utama yang terus dikembangkan demi mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, harmonis, dan bermartabat
