Jakarta, Selendangsutra.id – Mursyidul Am Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al Hambalangii Wal Khithoh Indonesia, KH. Fathulloh Suyuti Toha, bersama Dewan Pembina HR. Dody Iwa Kusuma Jaya, menyampaikan pernyataan sikap yang menegaskan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, adil, dan sejahtera.
Dalam keterangannya, Dewan Pembina HR. Dody Iwa Kusuma Jaya menilai bahwa keberhasilan pembangunan nasional memerlukan sinergi seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, kalangan pesantren, serta generasi muda. Menurut mereka, persatuan nasional merupakan modal utama untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. “Kami meyakini bahwa pembangunan bangsa hanya dapat berjalan dengan baik apabila seluruh komponen bangsa bersatu memberikan dukungan yang konstruktif, sekaligus tetap menjalankan fungsi pengawasan demi kepentingan rakyat dan masa depan Indonesia,” ujarnya.
Selain menyatakan dukungan terhadap agenda pembangunan nasional, Jama’ah Dzikir Nurul Wathon juga menegaskan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum yang profesional, adil, transparan, dan tanpa pandang bulu. Organisasi tersebut menilai pemberantasan korupsi harus menjadi prioritas nasional karena praktik korupsi telah menghambat pembangunan, merugikan keuangan negara, serta mengurangi kesejahteraan masyarakat. “Kami mendukung setiap langkah pemerintah dalam memperkuat pemberantasan korupsi sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” tegas HR. Dody Iwa Kusuma Jaya.
Lebih lanjut, Jama’ah Dzikir Nurul Wathon juga mendorong pemerintah untuk terus memperkuat kemandirian ekonomi nasional melalui penciptaan iklim investasi dan dunia usaha yang sehat, peningkatan produktivitas nasional, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.
Menurut HR. Dody Iwa Kusuma Jaya, pembangunan ekonomi harus berpijak pada prinsip keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, sehingga kekayaan alam Indonesia benar-benar menjadi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Di sisi lain, KH. Fathulloh Suyuti Toha mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, kalangan pesantren, dan generasi muda, untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan, serta berpartisipasi aktif mengawal pembangunan nasional dengan tetap menjunjung tinggi konstitusi, nilai-nilai demokrasi, dan persaudaraan kebangsaan.
“Sebagai bagian dari elemen bangsa, kami mendukung setiap langkah pemerintah yang bertujuan memperkuat pemberantasan korupsi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dukungan ini juga merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mengawal pemerintahan agar tetap berpihak kepada kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia,” tegas KH. Fathulloh Suyuti Toha dan HR. Dody Iwa Kusuma Jaya dalam pernyataan bersama.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi, menjaga stabilitas nasional, serta membangun optimisme dalam menyongsong Indonesia yang lebih maju, berdaulat, dan berdaya saing di tingkat global, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai persatuan, keadilan, dan kepentingan nasional di atas segala kepentingan lainnya.
