BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Kesigapan tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi kembali terbukti dalam penanganan kebakaran lahan bambu di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Rabu (15/4/2026). Berkat respons cepat dan penanganan terukur, api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke area sekitar.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 09.50 WIB di Dusun Krajan, Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo. Informasi pertama diterima petugas melalui laporan di grup komunikasi dari pihak kepolisian, yang kemudian segera ditindaklanjuti oleh Regu Brama 3.
Tim Damkarmat langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 10.21 WIB dan tiba sekitar pukul 10.52 WIB setelah menempuh jarak kurang lebih 33 kilometer. Proses pemadaman dimulai pukul 10.55 WIB dan api berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 12.05 WIB, dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga pukul 13.02 WIB.
Objek yang terbakar berupa lahan bambu dengan luas sekitar 5 x 6 meter. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kejadian ini sempat memicu kekhawatiran warga karena potensi penyebaran api cukup tinggi, mengingat kondisi bambu yang kering dan mudah terbakar.
Komandan regu di lokasi menjelaskan, tim melakukan penanganan dengan metode penyemprotan campuran air dan deterjen untuk mempercepat pemadaman bara api di tumpukan bambu. Pendinginan menyeluruh juga dilakukan guna mencegah munculnya kembali titik api (re-ignition).
“Begitu tiba di lokasi, tim langsung melakukan size up dan pemadaman terfokus pada titik api utama. Strategi ini efektif mencegah api menjalar ke area sekitar,” ujarnya.
Berdasarkan hasil asesmen sementara, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan. Keterangan saksi menyebutkan, sebelum kejadian terlihat seorang yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berada di lokasi sambil merokok.
“Dugaan sementara, puntung rokok yang dibuang di area bambu kering memicu munculnya api hingga membesar,” ungkap petugas di lapangan.
Dalam operasi ini, Damkarmat Banyuwangi mengerahkan empat unit armada, yakni Hino 02, Ayaxx 03, Fire Dome 04, dan Fire Dome 05, serta sembilan personel gabungan. Penanganan juga melibatkan unsur lintas instansi, di antaranya BPBD, TNI, Polri, pihak kecamatan, perangkat desa, petugas PLN, serta partisipasi aktif warga setempat.
Hingga saat ini, kerugian materiil masih dalam proses pendataan dan penaksiran.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kering dan pada area dengan material mudah terbakar seperti bambu dan ilalang.
Dengan mengusung semangat “Pantang Pulang Sebelum Api Padam”, Damkarmat Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat melalui respons cepat, profesional, dan humanis dalam setiap penanganan bencana kebakaran.
