Malang , Selendangsutra.id – Ulama kharismatik KH. Fathulloh Suyuti Thoha pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda, Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur kembali menegaskan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah potensi ancaman disintegrasi. Dalam pertemuan para tokoh ulama di Malang Raya, ia menyerukan kewaspadaan nasional terhadap pergerakan Organisasi Tanpa Bentuk (OTB) yang dinilai berpotensi memecah belah masyarakat melalui provokasi dan adu domba.
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Hotel Sengkaling Malang Jatim , Minggu (19/4), dan dihadiri berbagai tokoh agama, ulama,kyai, ustadz serta elemen masyarakat.
Dalam pernyataannya kepada awak media, KH. Fathulloh Suyuti Thoha menekankan bahwa kewaspadaan harus melibatkan seluruh komponen bangsa, mulai dari TNI, Polri, tokoh agama, hingga masyarakat luas.
“OTB ini bergerak secara halus namun berbahaya, dengan cara mengadu domba, menghujat, dan menggesek antar elemen umat, bahkan membawa isu agama. Jika tidak diantisipasi, ini bisa mengancam persatuan bangsa,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa konflik horizontal akibat provokasi serupa pernah terjadi di masa lalu, sehingga perlu diwaspadai sejak dini, khususnya di wilayah strategis seperti Pulau Jawa.
Tak hanya itu, KH. Fathulloh juga menegaskan peran penting Jamaah Dzikir Nurul Wathon (NW) Al-Hambalangi wal Khitthoh Indonesia dalam memperkuat ketahanan spiritual bangsa.
Majelis dzikir yang dipimpinnya sebagai Mursyidul Aam tersebut aktif menggelar dzikir dan istighotsah di berbagai daerah sebagai bentuk ikhtiar menjaga keselamatan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan mengusung nilai “kembali ke khittah perjuangan”, jamaah ini menekankan pentingnya spiritualitas dalam kehidupan berbangsa, sekaligus menghidupkan kembali semangat perjuangan para tokoh nasional. Kegiatan istighotsah bahkan kerap dilaksanakan di lokasi bersejarah, termasuk di makam tokoh bangsa seperti Soeharto, sebagai bentuk napak tilas perjuangan.
Selain itu, jamaah ini secara konsisten mendoakan keselamatan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto beserta jajaran pemerintah agar diberikan kekuatan lahir dan batin dalam menjalankan amanah negara.
“Doa dan dzikir adalah kekuatan moral bangsa. Dengan spiritualitas yang kuat, kita bisa menjaga persatuan dan menghadapi berbagai tantangan nasional,” ujar KH. Fathulloh.
Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia juga dikenal aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk muslimat dan tokoh agama lokal di berbagai daerah. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dakwah serta mempererat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah.
Dalam berbagai momentum nasional, majelis ini rutin menggelar doa bersama sebagai kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas negara dari sisi moral dan spiritual.
Menutup pernyataannya, KH. Fathulloh mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Jangan biarkan isu liar memecah belah kita. Fitnah adalah ancaman nyata bagi persatuan. Menjaga keutuhan NKRI adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
