0-3968x2976-0-0-{}-0-24#
BANYUWANGI,Selendangsutra.id – Kepala Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Drs. Sulaiman, menegaskan bahwa keberadaan Pasar Tapanrejo tetap eksis dan tidak akan digusur meskipun pemerintah desa tengah merealisasikan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di kawasan tersebut.
Penegasan itu disampaikan menyusul munculnya kekhawatiran warga dan pedagang terkait isu penggusuran serta alih fungsi pasar. Sulaiman memastikan, pembangunan KDKMP justru akan dibarengi dengan penataan ulang pasar agar aktivitas perdagangan berjalan lebih tertib, bersih, dan nyaman.
“Kami sudah sampaikan secara terbuka dalam sosialisasi dan temu bicara dengan warga serta pedagang bahwa tidak ada penggusuran. Pedagang harus tetap nyaman dan tetap berjualan di sini,” ujar Sulaiman kepada awak media, Kamis (25/12/2025). Pukul 21.00 Wib
Akses Pasar Tetap Aman dan Lancar
Sulaiman menjelaskan, pemerintah desa juga telah menyiapkan pengaturan akses keluar-masuk pasar, termasuk jalur khusus kendaraan bermuatan material pembangunan agar tidak mengganggu aktivitas jual beli” jelasnya.
Dalam penataan ulang tersebut, Pasar Tapanrejo akan menerapkan sistem zonasi, yakni pemisahan area berdasarkan jenis komoditas untuk menciptakan pasar yang lebih rapi dan higienis.
“Penjual daging sendiri, sayuran sendiri, jajanan juga sendiri. Ini agar pasar tertata dari selatan sampai utara. Selama ini masih menumpuk di utara, nanti kita ratakan,” ungkapnya.
Menurut Sulaiman, konsep ini bertujuan meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus menjaga kebersihan dan ketertiban pasar.
Kepala desa menegaskan komitmennya untuk mempertahankan Pasar Tapanrejo sebagai pusat perekonomian warga dan bagian dari ketahanan pangan desa. Selain pasar, kawasan tersebut juga akan diperkuat dengan keberadaan koperasi dan fasilitas pendukung lain.
“Pasar tetap berjalan, tetap eksis. Jangan sampai Pasar Tapanrejo dimatikan. Justru akan kita perbaiki dan kita tata agar lebih baik,” tegasnya.
Kedepan, pemerintah desa juga merencanakan penambahan aset pendukung seperti apotek desa, yang dapat dimanfaatkan pedagang dan warga, serta koperasi yang menyediakan kebutuhan pokok dengan pengawalan pemerintah.
Sulaiman menyebut, KDKMP akan berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi desa, khususnya di sektor pertanian. Gudang yang tersedia akan dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan warga, seperti pupuk dan obat-obatan pertanian.
Konsep koperasi akan difokuskan pada pelayanan pertanian, mendorong petani mengelola hasil produksi yang kemudian diserap oleh koperasi, sehingga nilai ekonomi tetap berputar di desa. Ia juga menegaskan bahwa seluruh pedagang pasar, termasuk para penyewa lapak, tetap dilindungi dan tidak akan dipindahkan.
“Saya tegaskan pedagang tetap kita lindungi, tetap berjualan di tempat yang sama. Tidak ada niatan mengusir atau memindahkan. Untuk penyewa di bagian utara, termasuk yang menyewa hingga puluhan tahun, kami pastikan tidak akan dirugikan,” katanya.
Pembangunan KDKMP dan penataan pasar telah disepakati melalui Musyawarah Desa (Musdes), sehingga merupakan keputusan bersama yang mewakili aspirasi masyarakat desa.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Ini akan kami buktikan memberi manfaat luas bagi masyarakat dan meningkatkan kemanfaatan bagi kepentingan bersama,” pungkas Sulaiman.
Pemerintah desa kini tengah mengejar target percepatan pembangunan guna mendukung program nasional KDKMP. Bahkan, pembangunan ditargetkan rampung pada akhir Januari, dengan komitmen melibatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak ada pihak yang merasa tersingkirkan.
