0-3968x2976-0-0-{}-0-24#
BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Kepala Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Drs. Sulaiman, mengungkapkan kronologi awal penentuan lokasi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang direncanakan berada di area Pasar Tapanrejo. Ia menegaskan bahwa pada tahap awal, belum ada keputusan final terkait lokasi pembangunan koperasi tersebut.
Sulaiman menjelaskan, pembahasan mengenai lokasi KDKMP bermula dari diskusi internal di lingkungan Pemerintah Desa Tapanrejo. Dalam pembahasan tersebut, pemerintah desa melakukan pemetaan terhadap sejumlah aset Tanah Kas Desa (TKD) yang dinilai strategis dan berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi gerai KDKMP.
“Pada awalnya kami membahas secara internal di Pemerintah Desa terkait penunjukan tanah kas desa yang strategis untuk rencana pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih,” ujar Sulaiman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/12/2025) malam.
Menurutnya, terdapat beberapa alternatif lokasi yang masuk dalam kajian, antara lain lahan di sekitar SMA, bekas gedung PAUD, bekas SMP PGRI, lapangan desa, hingga area pasar. Seluruh lokasi tersebut merupakan aset milik desa yang tersebar di beberapa titik wilayah.
Dari sejumlah opsi tersebut, sempat muncul usulan agar pembangunan KDKMP ditempatkan di bekas SMP PGRI karena memiliki luasan lahan yang cukup memadai. Namun, lokasi tersebut dinilai kurang ideal lantaran posisinya terlalu masuk ke dalam dan berjarak sekitar 50 meter dari akses utama.
“Lokasinya terlalu ke dalam, sehingga kurang menarik dan tidak mendukung aktivitas perekonomian secara optimal,” jelasnya.
Atas dasar pertimbangan tersebut, muncul alternatif untuk mengkaji area pasar sebagai salah satu pilihan lokasi. Sulaiman menyebut, pasar dinilai sebagai pusat perputaran ekonomi masyarakat yang mudah diakses oleh warga dari berbagai wilayah.
“Karena koperasi ini bergerak di bidang ekonomi, tentu kami mencari lokasi yang berada di pusat aktivitas ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Meski demikian, Sulaiman menegaskan bahwa seluruh pembahasan tersebut masih berada pada tahap kajian awal dan belum mengarah pada keputusan final. Penentuan lokasi pembangunan KDKMP, kata dia, akan ditetapkan melalui forum Musyawarah Desa (Musdes) yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Keputusan final akan ditentukan melalui Musdes, dengan melibatkan BPD, LPMD, Tokoh masyarakat, Tokoh agama, serta perwakilan RT dan RW agar seluruh aspirasi masyarakat dapat tersampaikan,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa sebelum dilakukan sosialisasi secara resmi kepada masyarakat, tidak pernah ada penetapan yang secara khusus menunjuk Pasar Tapanrejo sebagai lokasi pembangunan KDKMP.
“Tidak ada penentuan lokasi yang langsung mengarah ke pasar sejak awal. Semua masih dalam tahap pertimbangan dan diskusi,” katanya.
Setelah melalui proses kajian tersebut, Pemerintah Desa Tapanrejo mulai melakukan pendekatan kepada para pedagang dan warga di sekitar area pasar melalui dialog informal. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menyerap masukan dan aspirasi masyarakat secara langsung.
“Kami mendekat ke pasar, berdialog dengan warga dan pedagang untuk mendengar masukan mereka,” pungkas Sulaiman.
