BANYUWANGI, Selendangsutra.id — Badan Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Republik Indonesia (BP3RI) mengukuhkan dan melantik 47 anggota Laskar BP3RI Nasional, Kamis (05/12/2025). Acara yang digelar di kawasan Wisata Seblang, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh,kabupaten Banyuwangi ini menjadi momentum penting penguatan struktur kelembagaan Laskar BP3RI bertaraf nasional.

Pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum BP3RI, Sugeng Setiawan, S.H., dan dihadiri oleh jajaran pengurus pusat, perwakilan pemerintah daerah, unsur Forkopimka, organisasi masyarakat, lembaga, hingga insan media. Hadir pula perwakilan Pemkab Banyuwangi dari Kesbangpol, Febry Nugroho, serta Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. yang diwakili Kasat Binmas, Kompol Toni Irawan, S.H., M.H., didampingi Kapolsek Singojuruh. Kepala Desa Kebaman, Alif Burhanuddin mewakili APDESI, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan para aktivis juga ikut menyaksikan jalannya prosesi, Kehadiran berbagai unsur instansi menjadi penanda kuatnya sinergi antara BP3RI dengan pemerintah dan aparat keamanan.

Acara ini merupakan tindak lanjut dari legalitas organisasi Laskar BP3RI yang telah tercatat resmi melalui Keputusan Menkumham RI Nomor AHU: 0004299.AH.01.07 Tahun 2018, sekaligus penguatan peran Laskar BP3RI sebagai lembaga yang menjalankan amanah undang-undang dalam kontrol sosial dan pengawasan publik.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan rangkaian pembukaan, dilanjutkan penampilan Srikandi BP3RI yang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kemeriahan kearifan lokal turut hadir melalui penampilan Umba-Umbul Blambangan dan Tari Gandrung, sebelum memasuki pembacaan nama-nama anggota Laskar BP3RI yang akan dikukuhkan.

Tidak hanya itu, acara turut menampilkan berbagai atraksi ekstrem dari para anggota, seperti kebal senjata tajam, kebal api, demonstrasi ketajaman insting, hingga berjalan di atas pecahan kaca. Atraksi tersebut menggambarkan kesiapan mental dan fisik Laskar BP3RI dalam menjalankan tugas pengawasan di lapangan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan diakhiri dengan doa penutup dan sesi ramah tamah antar peserta..

Dalam sambutannya, Ketum BP3RI, Sugeng Setiawan menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penguatan komitmen perjuangan organisasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
> “Pengukuhan Laskar BP3RI Nasional adalah langkah penting untuk memperkuat komitmen organisasi dalam mengawal jalannya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Semoga seluruh anggota mampu menjalankan amanah ini dengan penuh integritas,” ujarnya.

Sugeng menyampaikan bahwa seluruh anggota yang dilantik telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Lembaga BP3RI yang bertaraf nasional. Ia menegaskan bahwa BP3RI tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran apa pun.
> “Kami tidak pernah mentolerir anggota yang melakukan kesalahan, melanggar AD/ART, apalagi melanggar hukum. SP1, SP2, langsung saya pecat. KTA dan seragam langsung kami tarik,” tegasnya.
Dalam arahannya, Sugeng Setiawan,S.H,, menjelaskan bahwa tugas dan kewenangan Laskar BP3RI telah memiliki dasar hukum yang kuat, di antaranya UU Nomor 28 Tahun 1999 Pasal 8 dan 9, serta PP 71 Tahun 2000 yang memberi hak kepada masyarakat untuk mengawasi penyelenggara negara, baik pejabat sipil, TNI, maupun Polri.
> “Apa yang teman-teman lakukan sudah dilindungi undang-undang. Laskar BP3RI bukan kelompok preman, tetapi perkumpulan resmi dengan AD/ART dan aturan hukum. Jangan pernah melakukan tindakan premanisme,” tegasnya.

Sugeng juga mengingatkan agar kewenangan pengawasan tidak digunakan hanya untuk mencari-cari kesalahan. Ia menekankan bahwa setiap tindakan harus dilakukan secara bertanggung jawab dan disertai solusi.
> “Kita diberi kewenangan oleh undang-undang untuk memberi saran, menegur, dan melakukan kontrol. Namun semuanya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Laskar BP3RI harus berbeda dengan yang lain,” ucapnya.
Sugeng menyebut, menjadi bagian dari Laskar BP3RI bukanlah proses instan. Puluhan anggota yang dikukuhkan hari ini telah menjalani pelatihan hukum, pemahaman undang-undang, serta pembinaan karakter organisasi selama berbulan-bulan.
> “Masuk ke Laskar BP3RI bukan hal gampang. Kalian saya gembleng berbulan-bulan. Hari ini 47 orang resmi dilantik, dan itu bukan hasil proses yang singkat,” tambahnya.

Setelah sambutan Ketum BP3RI, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kapolresta Banyuwangi yang diwakili Kasat Binmas Kompol Toni Irawan, S.H., M.H., kemudian perwakilan Pemkab Banyuwangi melalui Kesbangpol, Febry Nugroho. Keduanya menyampaikan apresiasi atas komitmen BP3RI dalam mendukung pengawasan sosial yang konstruktif dan berbasis aturan.

Pengukuhan ini menandai penguatan posisi Laskar BP3RI sebagai mitra strategis masyarakat dalam memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan transparan dan bebas dari penyimpangan.
Dengan semangat “Satu Komando, Gerak Libas Tuntas”, Laskar BP3RI Nasional resmi dikukuhkan dan diharapkan mampu menjalankan tugas organisasi secara profesional, beretika, dan berintegritas.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan harapan agar Laskar BP3RI dapat menjadi garda terdepan dalam pengawasan publik sesuai peraturan perundang-undangan di Indonesia.
(Pewarta Yanto Pimred)
