Banyuwangi, Selendangsutra.id — Bertempat di Aula Universitas Bakti Indonesia, Bank Mandiri Cabang Genteng bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta Kelompok Studi Pasar Modal Fakultas Ekonomi menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Keamanan Transaksi Online”. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian Bank Mandiri terhadap maraknya kasus penipuan dan kejahatan digital yang memanfaatkan media transaksi online.

Rektor Universitas Bakti Indonesia, Dr. Haya, S.HI., M.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan pentingnya literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Perkembangan teknologi harus dibarengi dengan pengetahuan agar kita tidak menjadi korban kejahatan digital. Kegiatan ini merupakan bagian dari edukasi bagi kita semua untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi online,” ujarnya.
Sementara itu, Branch Manager Bank Mandiri Genteng, Ridho Widi Kusumo, menyampaikan bahwa sosialisasi ini dirancang untuk memperkuat literasi keuangan mahasiswa, termasuk pemahaman mengenai keamanan transaksi digital dan panduan pembukaan rekening secara online.
“Kegiatan ini memberikan wawasan mengenai literasi keuangan, keamanan transaksi digital, serta tata cara pembukaan rekening digital bagi mahasiswa Universitas Bakti Indonesia,” jelasnya.
Edukasi Keamanan Digital dan Waspada Modus Kejahatan
Pada sesi inti, materi disampaikan oleh Mila Ilmiyah, Service Quality Officer Bank Mandiri Area Jember. Dengan komunikatif, ia memaparkan tema Keamanan Transaksi, Pinjol Ilegal, dan Investasi Ilegal. Mila menekankan bahwa semakin mudahnya transaksi digital justru menuntut masyarakat untuk semakin waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan perbankan.
Ia juga memberikan sejumlah tips aman bertransaksi, di antaranya:
Menolak bantuan pihak tidak dikenal saat terjadi kendala pada kartu.
Menutup tangan ketika memasukkan PIN.
Mengganti PIN secara berkala minimal setiap tiga bulan.
Merahasiakan PIN/Password dari siapa pun.
Memeriksa kondisi fisik ATM dan memastikan tidak ada benda mencurigakan.
Menghubungi Mandiri Call 14000 jika menemukan kejanggalan pada mesin ATM.
“Selalu jaga kerahasiaan data pribadi seperti nomor kartu debit/kredit, PIN, OTP, dan informasi sensitif lainnya agar terhindar dari modus penipuan,” tegas Mila.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara membedakan pinjaman online legal dan ilegal, termasuk pentingnya verifikasi melalui daftar OJK. Di akhir materi, ia mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam memilih investasi dan tidak terjebak pada investasi ilegal.
Antusias Peserta dan Penutupan
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diawali dengan doa dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ratusan mahasiswa, dosen, dan civitas akademika Universitas Bakti Indonesia mengikuti kegiatan dengan antusias. Sesi diskusi berlangsung interaktif, ditambah pula dengan pemberian doorprize bagi peserta yang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan.
Sebagai penutup, peserta mendapatkan tutorial pembukaan rekening digital melalui aplikasi Livin’ by Mandiri, dipandu langsung oleh staf Bank Mandiri Cabang Genteng.
Acara berjalan lancar dan sukses memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan keamanan transaksi digital di era modern.
