Banyuwangi, Selendangsutra.id – Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat (APPM) melayangkan kritik pedas terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Banyuwangi terkait respons yang dinilai lambat atas laporan dugaan kerugian daerah dan penolakan rencana penjualan saham Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi.
Ketua Umum APPM, Rofiq Azmi, mengungkapkan kekecewaannya atas minimnya respons dari Komisi III DPR, padahal APPM telah mengirimkan materi investigasi mendalam terkait bidang ekonomi.
“Materi investigasi sudah kami kirimkan dengan harapan bisa dipelajari secara mendalam. Namun, respons dari Komisi III DPR sangat kurang memadai,” ujar Rofiq, Kamis (30/10/2025).
Rofiq menjelaskan, undangan hearing yang dijadwalkan pada 29 Oktober 2025 lalu dibatalkan secara mendadak melalui pesan WhatsApp. Penundaan ini, menurutnya, mengecewakan karena aspirasi mereka diharapkan dapat tersampaikan secara langsung.
Ketua APPM juga menyoroti potensi kerugian daerah sebesar Rp160 miliar berdasarkan angka prestasi tahun 2020 dalam materi investigasi mereka. Selain itu, mereka juga mempertanyakan dugaan kerugian Rp4,338 triliun yang terjadi di Banyuwangi pada tahun yang sama, menuntut transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan dana tersebut.
“Kami sudah siapkan data lengkap dalam bentuk binder agar DPR bisa mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi Banyuwangi,” tegas Rofiq di kantor DPRD Banyuwangi.
Lebih lanjut, Rofiq menyayangkan sikap perwakilan mereka di DPR yang tidak menepati janji untuk menemui mereka. APPM menduga hal ini disebabkan oleh perbedaan lembaga atau gerakan.
“Kami berbicara atas nama masyarakat Kabupaten Banyuwangi. Kami memiliki kearifan lokal yang lebih baik dari daerah lain,” kata Rofiq.
Ketua APPM mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar jika aspirasi mereka terus diabaikan. Mereka juga menyoroti sikap sejumlah oknum anggota dewan yang dianggap tidak memiliki integritas” Pungkasnya.
