Banyuwangi – Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. Mujiono, menyampaikan sambutan dalam acara Dzikir Nasional yang digelar Majelis Dzikir Nurul Wathon Al Hambalangi Wal Khittoh Indonesia pada hari Selasa, 2 September 2025 pukul 20.00 Wib di dalam masjid Al Iklas Ponpes Mansya’ul Huda Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi – Jawa Timur yang diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai daerah. Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui media sosial dan siaran langsung via Zoom agar dapat menjangkau seluruh masyarakat luas. Dengan digelarnya Dzikir Nasional ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif, agar terciptanya suasana yang kondusif, aman, dan damai di seluruh wilayah Indonesia. Serta, dapat membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada” Ujarnya.

Wakil Bupati Banyuwangi Ir. Mujiono mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur atas kemerdekaan Indonesia ke-80, serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai ujian dan cobaan.
”Beberapa hari ini , memang baru hari ini kita semuanya baru memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 pada tanggal 17 Agustus 2025. Momentum sejarah yang pastinya kita isi dengan rasa syukur, dengan semangat persatuan, serta tekad untuk menjaga keutuhan bangsa,” ujar Wabup Ir. Mujiono.
Beliau mengakui bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi berbagai ujian dan cobaan, di beberapa daerah mengalami kerusakan dan kehancuran. Namun, Wabup Mujiono mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersyukur karena Banyuwangi tetap dalam kondisi aman, tentram, dan kondusif.
“Alhamdulillah, kita patut bersyukur bahwa saat ini kita berada di tempat dalam kondisi yang tetap aman, tentram, dan kondusif. Harapan kita dalam kesempatan dzikir Nasional malam ini, mudah-mudahan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten kota seluruh Indonesia juga dalam keadaan sehat, tetap aman, kondusif. Ini adalah suatu nikmat besar yang harus kita jaga bersama,” tuturnya.

Wabup Mujiono juga mengingatkan tentang aspirasi masyarakat yang dijamin oleh konstitusi. agar penyampaian aspirasi dilakukan melalui saluran yang benar dan baik, seperti mediasi, dialog dengan pemerintah, maupun presiden.
”Aspirasi masyarakat adalah hak yang dijamin konstitusi. Namun, menyampaikan aspirasi sebaiknya dilakukan melalui saluran yang benar dan baik, melalui mekanisme mediasi, dialog dengan pemerintah maupun presiden. Dengan cara itu, suara rakyat bisa didengar tanpa harus menimbulkan kerusakan dan perpecahan,” tegasnya.
Beliau mengutip dawuh dari Romo yai Hasim Ashari yang berbunyi Nurul wathon minal iman yaitu cinta tanah air adalah bagian dari rukun islam . Oleh karena itu, seluruh masyarakat wajib mencintai tanah air dengan menjaga keamanan, kedamaian, dan persatuan bangsa.
”Indonesia ini ibarat rumah besar untuk kita semuanya. Rumah besar ini kita harus saling menjaga, saling merangkul, dan memperkuat dialog antar warga. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persaudaraan di antara kita semua. Kedamaian dan kerukunan adalah modal utama bagi kita, Untuk membangun negara. Karena stabilitas akan melahirkan produktivitas, dan kondusivitas akan melahirkan keberkahan, kemakmuran untuk pembangunan Indonesia,” jelas Wabup Mujiono.
Di akhir sambutannya, Wabup Mujiono menyampaikan terima kasih kepada pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda Tegaldlimo, para ulama, pemuka agama, pemuka masyarakat, serta seluruh jamaah Dzikir Nurul Wathon yang telah istiqomah menggelar dzikir Nasional pada malam ini. Beliau berharap agar doa yang dipanjatkan agar dapat menjadi kekuatan spiritual yang mengantarkan ikhtiar dalam menjaga bangsa dan negara” Ungkapnya”
