Banyuwangi, Selendangsutra.id – Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al Hambalangi Wal Khittoh Indonesia menggelar Dzikir Nasional sebagai wujud kepedulian terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Acara ini bertujuan untuk mendoakan agar NKRI tetap terjaga persatuan dan kesatuannya, serta terhindar dari segala bentuk perpecahan.

Mursyidul’Am KH. Fathulloh Suyuti Thoha merupakan pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda Tegaldlimo, adalah pendiri Majelis Dzikir Nurul Wathon Al Hambalangi Wal Khittoh Indonesia. Majelis ini didirikan bersama Bapak Prabowo Subianto (saat itu belum menjadi Presiden RI ke-8) sebagai wadah untuk memperkuat spiritualitas dan rasa cinta tanah air.
Struktur Majelis Dzikir Nurul Wathon Al Hambalangi Wal Khittoh Indonesia juga melibatkan tokoh-tokoh nasional lainnya, seperti Jendral TNI (Purn) Agus Sutomo dan Mayjen Toni Husodo sebagai Dewan Pelindung, serta Mayjen Hariyanto sebagai Dewan Pembina.

Majelis Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al Hambalangi Wal Khittoh Indonesia adalah organisasi keagamaan yang bergerak di bidang dakwah dan sosial kemasyarakatan, dengan fokus pada pembinaan spiritual melalui dzikir dan doa.


Dzikir Nasional ini diselenggarakan pada hari Selasa, 2 September 2025, di dalam masjid Al Iklas Ponpes Mansya’ul Huda Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi – Jawa Timur pukul 20.Wib yang diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai daerah. Acara ini juga disiarkan secara langsung melalui media sosial dan siaran langsung via Zoom agar dapat menjangkau seluruh masyarakat luas.digelarnya Dzikir Nasional ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif, agar terciptanya suasana yang kondusif, aman, dan damai di seluruh wilayah Indonesia. Serta, dapat membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. Dzikir Nasional ini menjadi momentum penting bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk merenungkan kembali arti pentingnya persatuan dan kesatuan dalam membangun bangsa. Melalui lantunan dzikir dan doa, diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar anak bangsa, serta meningkatkan rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme.

Dzikir Nurul Wathon Nasional dipimpin langsung oleh Mursyidul’am KH. Fathulloh Suyuti Thoha, pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda Tegaldlimo. Turut hadir pula Ketua Umum” Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, MM, Wakil Bupati Banyuwangi Ir. Mujiono, Kapolres Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. yang diwakili oleh Kapolsek Tegaldlimo Iptu Sadimun, S.H beserta jajaran personilnya, Dandim 0825 Letkol Joko Sukoyo yang diwakili Kasdim Mayor Suprapto, Danlanal Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso yang diwakili Danpos AL Grajagan ” Letda laut( T) Budi Mulyadi, Danramil Kapten Inf. Gunoto beserta anggota jajarannya, Camat Tegaldowo Trisetia Supriyanto, S.Stp., M.Si, serta staf kecamatan, Kepala Desa Kedungwungu Surono beserta perangkatnya, Ketua organisasi Perguruan dari berbagai dunia persilatan, Linmas, Pagarnusa, para tokoh agama, tokoh masyarakat, ulama, santri, dan masyarakat umum dari berbagai kalangan.Rangkaian acara di mulai dari doa pembukaan lalu Pembacaan ayat suci al-qur’an dari KH. khoril Nurudin, Sambutan diawali dari Ketua Umum Dr. Drs H Teguh Sumarno, Perwakilan dari kementrian agama, Dewan pembina Mayjen Hariyanto Syahputra melalui via zoom seluler, Wakil Bupati Ir. Mujiono, KH. Fathulloh Suyuti Th

Ketua Umum Majelis Dzikir Nurul Wathon Al Hambalangi Wal Khittoh Indonesia” Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, MM, dalam sambutannya menyampaikan pesan penting dalam acara Dzikir Nasional yang digelar di Banyuwangi. Beliau mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Indonesia saat ini dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam doa demi kemajuan bangsa.
Beliau mengapresiasi kehadiran perwakilan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, termasuk Wakil Bupati Banyuwangi, pimpinan daerah dari kecamatan, Kapolsek, Koramil, Kepala Desa, Seluruh Guru PGRI serta tokoh-tokoh masyarakat” jelasnya.
H. Teguh Sumarno mengajak seluruh masyarakat untuk bermunajat agar Indonesia kembali menjadi negara yang baik, sempurna, sesuai dengan harapan rakyat Indonesia. Beliau berharap agar Indonesia menjadi negara yang kuat, adil, makmur, dan masyarakatnya sejahtera” tuturnya.
Beliau berharap agar doa dan wirid bersama ini dapat istiqomah dan ikhlas, sehingga permohonan untuk Indonesia segera dikabulkan oleh Allah SWT.

H. Teguh Sumarno juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, adil, dan bahagia dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat. Kami atas nama ketua umum semoga kita selalu sejahtera dan bahagia, “Dzikir Nasional ini adalah wujud cinta kita kepada NKRI. Mari kita bersama-sama mendoakan, agar bangsa ini selalu dalam lindungan Allah SWT, serta dijauhkan dari segala bentuk ancaman dan perpecahan.”pungkasnya

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Banyuwangi ” Ir. Mujiono mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur atas kemerdekaan Indonesia ke-80, serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai ujian dan cobaan.
“Beberapa hari ini , memang baru hari ini kita semuanya baru memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 pada tanggal 17 Agustus 2025. Momentum sejarah yang pastinya kita isi dengan rasa syukur, dengan semangat persatuan, serta tekad untuk menjaga keutuhan bangsa,” ujar Wabup Ir. Mujiono.

Beliau mengakui bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi berbagai ujian dan cobaan, di beberapa daerah mengalami kerusakan dan kehancuran. Namun, Wabup Mujiono mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersyukur karena Banyuwangi tetap dalam kondisi aman, tentram, dan kondusif.
”Alhamdulillah, kita patut bersyukur bahwa saat ini kita berada di tempat dalam kondisi yang tetap aman, tentram, dan kondusif. Harapan kita dalam kesempatan dzikir Nasional malam ini, mudah-mudahan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten kota seluruh Indonesia juga dalam keadaan sehat, tetap aman, kondusif. Ini adalah suatu nikmat besar yang harus kita jaga bersama,” tuturnya.
Wabup Mujiono juga mengingatkan tentang aspirasi masyarakat yang dijamin oleh konstitusi. agar penyampaian aspirasi dilakukan melalui saluran yang benar dan baik, seperti mediasi, dialog dengan pemerintah, maupun presiden.

“Aspirasi masyarakat adalah hak yang dijamin konstitusi. Namun, menyampaikan aspirasi sebaiknya dilakukan melalui saluran yang benar dan baik, melalui mekanisme mediasi, dialog dengan pemerintah maupun presiden. Dengan cara itu, suara rakyat bisa didengar tanpa harus menimbulkan kerusakan dan perpecahan,” tegasnya.
Beliau mengutip dawuh dari Romo yai Hasim Ashari yang berbunyi Nurul wathon minal iman yaitu cinta tanah air adalah bagian dari rukun islam . Oleh karena itu, seluruh masyarakat wajib mencintai tanah air dengan menjaga keamanan, kedamaian, dan persatuan bangsa.
”Indonesia ini ibarat rumah besar untuk kita semuanya. Rumah besar ini kita harus saling menjaga, saling merangkul, dan memperkuat dialog antar warga. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persaudaraan di antara kita semua. Kedamaian dan kerukunan adalah modal utama bagi kita, Untuk membangun negara. Karena stabilitas akan melahirkan produktivitas, dan kondusivitas akan melahirkan keberkahan, kemakmuran untuk pembangunan Indonesia,” jelas Wabup Mujiono.
Di akhir sambutannya, Wabup Mujiono menyampaikan terima kasih kepada pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda Tegaldlimo, para ulama, pemuka agama, pemuka masyarakat, serta seluruh jamaah Dzikir Nurul Wathon yang telah istiqomah menggelar dzikir Nasional pada malam ini. Beliau berharap agar doa yang dipanjatkan agar dapat menjadi kekuatan spiritual yang mengantarkan ikhtiar dalam menjaga bangsa dan negara” Ungkapnya”

Mursyidul’Am” KH. Fathulloh Suyuti Thoha selaku pendiri Majelis Dzikir Nurul wathon Al Hambalangi Wal- Khithoh Indonesia mengajak seluruh jamaah untuk ikhlas dalam berdoa, agar doa-doa yang dipanjatkan menjadi wasilah turunnya rahmat Allah SWT. Beliau juga mengingatkan pentingnya kesabaran dan menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
”Marilah kita satukan hati, hadirkan keikhlasan. Doa kita hari ini menjadi wasilah turunnya rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan semoga para malaikat langit untuk juga memintakan kepada Allah, supaya permintaan kita pada Allah dikabulkan oleh Allah,” untuk bangsa dan negara,” ujar KH. Fathulloh Suyuti Thoha.
Sebelum memulai dzikir, beliau menyampaikan beberapa pesan penting kepada jamaah, termasuk imbauan untuk tetap menjaga kesehatan dan ketertiban. KH. Fathul Wahid Thoha juga menekankan bahwa setiap warga masyarakat memiliki hak untuk menjaga pentingnya saling menghormati antar sesama” tuturnya.

Dalam doanya, KH. Fathul Wahid Thoha memohon kepada Allah SWT agar Indonesia diselamatkan dari segala bencana dan marabahaya, serta diberikan pemimpin yang adil dan bijaksana. Beliau juga memohon agar masyarakat Indonesia dijauhkan dari perbuatan maksiat dan selalu diberikan hidayah untuk berbuat kebaikan.
”Yang pokok kita minta pada malam ini adalah kita diselamatkan dan tujuannya untuk bangsa Indonesia. Kita harus memperhatikan dengan penuh perhatian masalah ini supaya betul-betul dapat diatasi oleh Allah,” ungkapnya.
KH. Fathulloh Suyuti Thoha mengingatkan agar masyarakat selalu bersyukur dan mengajak seluruh jamaah untuk menjadi rakyat yang berhati saleh, sehingga Indonesia senantiasa dilindungi oleh Allah SWT.
”Tidak perlu kita khawatir, semuanya sudah ada di tangan Tuhan. Tidak ada yang dapat mengalahkan kasih Tuhan. Diberi kekuatan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala demi keselamatan, kejayaan, dan kesejahteraan Indonesia khususnya,” pungkasnya.
(Pewarta Yanto Pimred)
