Rembang – Selendangsutra.id _ Puisi “Negeri Haha Hihi” karya Mustofa Bisri adalah sebuah kritik sosial yang tajam terhadap kondisi politik dan sosial di Indonesia.
Berikut adalah Isi Puisi: Negeri Haha Hihi
Bukan karena banyaknya grup lawak, maka negeriku selalu kocak Justru grup-grup lawak hanya mengganggu dan banyak yang bikin muak Negeriku lucu, dan para pemimpinnya suka mengocok perut.
Banyak yang terus pamer kebodohan dengan keangkuhan yang menggelikan Banyak yang terus pamer keberanian dengan kebodohan yang mengharukan Banyak yang terus pamer kekerdilan dengan teriakan yang memilukan Banyak yang terus pamer kepengecutan dengan lagak yang memuakkan. Haha …
Penegak keadilan jalannya miring Penuntut keadilan kepalanya pusing Hakim main mata dengan maling Wakil rakyat baunya pesing. Hihi …
Kalian jual janji-janji untuk menebus kepentingan sendiri Kalian hafal pepatah-petitih untuk mengelabui mereka yang tertindih Pepatah petitih, haha …
Anjing menggonggong kafilah berlalu, Sambil menggonggong kalian terus berlalu.
Haha, hihi … Ada udang di balik batu, Otaknya udang kepalanya batu. Haha, hihi Sekali dayung dua pulau terlampaui, Sekali untung dua pulau terbeli. Haha, hihi Gajah mati meninggalkan gading Harimau mati meninggalkan belang kalian mati meninggalkan hutang. Haha, hihi Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, Lebih baik yuk hujan-hujanan caci maki. Haha, hihi.
ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi masalah ekonomi, seperti dalam baris “Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri.”
Tertawa dalam Keterpurukan: Penggunaan “Haha Hihi” menyoroti paradoks bahwa, meskipun negeri sedang mengalami kesulitan, pemimpin dan elit politik justru terus tertawa dan merayakan kepentingan mereka sendiri.
Puisi “Negeri Haha Hihi” adalah bentuk ekspresi penolakan dan kekecewaan penyair terhadap keadaan sosial dan politik di negerinya. Dengan menggunakan satir dan ironi,
Mustofa Bisri berhasil menyampaikan pesan kritisnya secara efektif, memotret realitas yang pahit dengan bahasa yang tajam dan memikat.
Biodata Mustofa Bisri: Dr. (H.C.) K.H. Ahmad Mustofa Bisri (sering disapa Gus Mus) lahir pada anggal 10 Agustus 1944 di Rembang. Ia adalah seorang penyair yang cukup produktif yang sudah menerbitkan banyak buku. Selain menulis puisi, Gus Mus juga menulis cerpen dan esai-esai keagamaan. Budayawan yang satu ini juga merupakan seorang penerjemah yang handal. Gus Mus adalah seorang kiai yang memiliki banyak profesi, termasuk pelukis kaligrafi dan bahkan terlibat dalam dunia politik.