Banyuwangi, Selendangsutra.id – Persiapan acara Doa Mujahadah Kubro menyambut pergantian tahun baru Hijriyah yang di selenggarakan oleh PCNU Banyuwangi di Pantai Mustika Pancer desa sumberagung kecamatan Pesanggaran kabupaten Banyuwangi-Jatim semakin matang. Dalam rangka memperingati Malam Satu Suro, PCNU Banyuwangi akan menggelar acara Mujahadah Kubro yang diprediksi akan dihadiri oleh puluhan ribu warga NU dari segala penjuru yang ada di Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya.
Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi” KH. Masykur Ali saat ditemui rekan media di ruang kediamannya menyampaikan bahwa kami selaku pengurus cabang NU Banyuwangi (PCNU) penunjukan dan melakukan kegiatan dengan hasil konsolidasi yaitu Salah satu program besar adalah gelar doa mujahadah kubro yang dilaksanakan pada tanggal 26 juni tahun 2025 yang bertepatan tanggal 1 Suro/Muharam tahun Hijriyah pada malam Jumat Kliwon, acara tersebut diselenggarakan di pantai Mustika Pancer desa sumberagung kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi – Jatim, kegiatan akan dihadiri sekitar sepuluh ribu peserta, sebagian besar besar dari kalangan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Banyuwangi, serta 40 bus dari kota Kabupaten lain yang dipastikan akan hadir” Ucap pengasuh Ponpes Ibnu sina Jelen desa genteng kulon kecamatan genteng kabupaten Banyuwangi – Jatim. Minggu/22/Juni/2025.
Beliau juga menegaskan bahwa acara ini tidak memiliki muatan apapun selain untuk kemashalatan umat NU dan murni menyambut malam akhir tahun menuju tahun baru 1447 H yang bertujuan memgetuk pintu langit guna meminta keberkahan , keselamatan bangsa Indonesia khususnya masyarakat Banyuwangi sebagian besar warga NU, hal semacam itu sangatlah penting guna menyatukan menjadikan satu warga NU untuk tetap tegak lurus kepada pengurus PBNU dan berharap bahwa Banyuwangi khususnya warga NU bisa tentram,guyub rukun, damai dan sejahtera. Jlentreh KH. Masyukur Ali.
Persiapan hari ini yang sudah dilakukan oleh teman teman panitia, mulai dari bersih-bersih di lokasi yang kedua persiapan untuk MCK sudah dilaksanakan dan alhamdulillah acara ini sudah didukung oleh warga setempat terutama adalah lima kepala desa yang ada di Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi, sudah mendukung penuh terkait fasilitas dan menggerakkan warga NU dari lima desa tersebut, Alhamdulillah dari pihak keamanan Kapolresta sudah siap untuk mengamankan pelaksanaan mujahadah Kubro tersebut dan Insya Allah kalau ndak ada halangan bisa di pastikan khususnya peserta mujahadah Qubro yang hadir dari kader-kader penggerak Nahdlatul Ulama Banyuwangi sejumlah 2500 dan ditambah oleh banom, lembaga Nahdlatul Ulama, MWC, ranting dan ibu-ibu muslimat serta seluruh kyai-kyai kampung beserta warga NU, jadi jumlah peserta keseluruhan kurang lebih mencapai sepuluh ribu jama’ah, hal ini merupakan kekuatan yang sangat besar, semua akan menadahkan tangan keatas tanpa terkecuali, supaya untuk minta kepada Allah SWT.
Susunan acaranya nanti ada pra acara dan acara inti, pra acaranya nanti akan diisi dengan sholawatan dan juga akan memberikan beberapa pengumuman bahwa NU mengadakan kegiatan ini punya tujuan dan harapan agar menyentuh kepada kebutuhan warga sekitar suatu misal menginstruksikan kepada ranting untuk mencari anak-anak yang tidak mampu atau kurang mampu sehingga mengakibatkan mereka putus sekolah dan juga kita akan inventarisir mereka untuk di beri beasiswa baik untuk anak sekolah umum maupun sekolah di pesantren serta menyantuni anak yatim, yang berikutnya setelah acara selesai akan bersih-bersih lokasi dari kotoran sampah yang kumpulkan di tempat sampah, kemudian tong-tong sampah tersebut akan diserahkan kepada masyarakat setempat, Jadi kita peduli kepada kepentingan orang banyak. Acara selanjutnya yaitu acara inti yang di mulai dari beberapa sambutan, istighotsah, kemudian Doa Mujahadah Kubro Satu Syuro yang dipimpin oleh sembilan Kyai sepuh dari Banyuwangi selatan yaitu (1) Kyai marwan, (2) kyai ahmad hisam safa’at blok agung, (3) kyai fahrudin manan sumber beras, (4) kyai Hasan Thoha blumbangan Srono, (5) kyai habib abdurahman kalibaru, (6) Kyai muafid amril genteng, (8) kyai sadali mawardi jalen genteng, (9) kyai Nawawi jalen genteng. Sembilan kyai tersebut dipilih dan ditentukan oleh seluruh pengurus cabang Nahdlatul Ulama Banyuwangi” Tutup
(Pewarta Tim Redaksi)
