
SITUBONDO, Selendangsutra.id — Kemacetan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, perlu dijawab melalui strategi transportasi jangka panjang yang mengoptimalkan potensi wilayah lain di Jawa Timur. Situbondo, dengan keberadaan Pelabuhan Jangkar dan potensi pengembangan kawasan pesisir Asembagus, patut mendapat perhatian dalam perencanaan konektivitas dan distribusi logistik regional.
Pelabuhan Jangkar yang selama ini melayani penyeberangan menuju sejumlah kepulauan di Madura telah menunjukkan peran penting dalam konektivitas antarpulau. Ke depan, kapasitas dan jaringan pelayanannya dapat dikaji lebih lanjut agar mendukung distribusi barang dan mobilitas masyarakat secara lebih luas.
Selain Jangkar, kawasan Asembagus juga perlu dikaji dari sisi infrastruktur, akses jalan, dan potensi pelayanan logistik. Apabila terdapat jembatan atau infrastruktur yang dapat difungsikan kembali, pemerintah perlu melakukan pemeriksaan teknis dan studi kelayakan untuk menentukan apakah aset tersebut dapat mendukung jalur alternatif.
Bondowoso, Jember, dan Situbondo Harus Terhubung
Pengembangan konektivitas tidak boleh berhenti pada urusan penyeberangan. Bondowoso, Jember, dan Situbondo memiliki potensi pertanian, perkebunan, perikanan, serta kegiatan perdagangan yang dapat diperkuat melalui jaringan transportasi terpadu. Dengan perencanaan yang tepat, kawasan-kawasan tersebut dapat menjadi simpul produksi dan distribusi yang melayani pasar regional hingga Indonesia bagian timur. Pengembangan industri pengolahan, pergudangan, dan pusat distribusi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Hentikan Ego Sektoral dalam Pembangunan
Salah satu tantangan pembangunan lintas wilayah adalah koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten. Setiap daerah perlu melihat pembangunan infrastruktur sebagai kepentingan bersama, bukan sekadar proyek yang manfaatnya dibatasi oleh wilayah administratif.
Pemerintah perlu duduk bersama untuk menyusun kajian terpadu mengenai optimalisasi Pelabuhan Jangkar, potensi kawasan Asembagus, kebutuhan jalur alternatif, dan peluang pengembangan kawasan industri. Setiap opsi harus dibandingkan berdasarkan biaya investasi, kapasitas angkutan, dampak lingkungan, dan manfaat ekonominya.
Jawa Timur membutuhkan terobosan yang berangkat dari potensi daerah, tetapi dirancang untuk kepentingan nasional. Dengan koordinasi yang kuat dan perencanaan yang terukur, Situbondo berpeluang memperkuat perannya dalam jaringan logistik Jawa Timur sekaligus membantu mengurangi ketergantungan pada satu koridor transportasi.
H.R.DODY
