Selendangsutra.id — Kota Lourdes, Prancis, bersiap menyambut kedatangan Paus Leo XIV dalam rangkaian kunjungan apostoliknya ke Prancis, 25–28 September 2026.

Puluhan ribu peziarah telah mendaftarkan diri untuk mengikuti sejumlah agenda utama, termasuk Misa bersama Paus Leo XIV di Sanctuary of Our Lady of Lourdes pada Minggu (27/9). Informasi mengenai persiapan kedatangan Paus tersebut disampaikan Patrick Vinuales, Co-Managing Director Hôtel Vinuales Group di Lourdes, kepada Sekretaris Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), Stanislaus Jumar Sudiyana, Kamis (25/9).

Menurut Patrick, antusiasme peziarah sangat besar. Sekitar 150.000 orang telah mendaftarkan diri untuk menghadiri Misa pada Minggu (27/9), sementara sekitar 50.000 peziarah tercatat mendaftarkan diri untuk mengikuti doa Sabtu malam. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah.

Kunjungan Paus Leo XIV sekaligus menambah babak baru dalam sejarah hubungan Lourdes dengan para paus. Kunjungan ini menjadi perhatian besar karena Lourdes kembali menerima kunjungan seorang paus setelah hampir dua dekade. Sebelumnya, Paus Benediktus XVI mengunjungi Lourdes pada September 2008 dalam rangka peringatan 150 tahun penampakan Bunda Maria kepada Bernadette Soubirous.

Sementara itu, Paus Yohanes Paulus II tercatat mengunjungi Lourdes pada 1983 dan 2004. Kunjungan pada 2004 menjadi salah satu lawatan luar negeri terakhirnya sebelum wafat pada 2005.Persiapan Menyambut Peziarah DuniaPersiapan menyambut kedatangan Paus Leo XIV tidak hanya dilakukan oleh pengelola tempat ziarah dan pemerintah setempat. Warga, pelaku usaha, pengelola hotel, restoran, transportasi hingga berbagai komunitas turut mengambil bagian.“Sekitar 150.000 peziarah sudah mendaftar untuk hadir dalam misa pada hari Minggu 27 September bersama Paus Leo XIV. Tercatat 50.000 peziarah sudah mendaftarkan diri untuk menghadiri doa Sabtu malam di Lourdes. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah,” ujar Patrick.

Suasana persiapan terlihat di berbagai sudut kota. Spanduk dan ornamen bernuansa putih dan kuning, warna yang identik dengan Vatikan, mulai menghiasi kawasan sekitar Sanctuary of Our Lady of Lourdes.Sejumlah hotel dan bangunan di sekitar tempat ziarah juga mempercantik fasad mereka. Hôtels Vinuales, kelompok hotel keluarga yang telah lama berakar di Lourdes, turut mempersiapkan penyambutan tersebut.Fasad Grand Hôtel Gallia & Londres yang berada di seberang Sanctuary, Hôtel Saint Sauveur dan Hôtel La Solitude dihiasi spanduk putih dan kuning. Di Grand Hôtel Gallia & Londres, dekorasi juga dipasang di area taman dan sejumlah ruang hotel.

“Kunjungan Paus ke Lourdes selalu menjadi kesempatan yang sangat istimewa. Ada rasa antusiasme, emosi dan kebanggaan yang luar biasa di antara tim kami,” kata Patrick.Menurutnya, menyambut peziarah dari berbagai penjuru dunia merupakan bagian dari kehidupan Lourdes. Namun, kedatangan seorang paus menghadirkan suasana yang berbeda.“Menyambut para peziarah yang datang dari berbagai penjuru dunia merupakan tradisi yang kami pahami dengan baik. Namun, kunjungan Paus ke Lourdes bagi kami merupakan momentum yang sangat, sangat istimewa,”

imbuhnya.Datang sebagai PeziarahSesuai agenda resmi Vatikan, Paus Leo XIV dijadwalkan tiba di Bandara Tarbes-Lourdes-Pyrénées pada Sabtu (26/9) pukul 19.05 waktu setempat.Dari bandara, Paus kemudian menuju Sanctuary of Our Lady of Lourdes untuk berdoa di Gua Massabielle sekitar pukul 19.40.Gua Massabielle merupakan pusat spiritual Lourdes. Di tempat tersebut, menurut tradisi Gereja Katolik, Bunda Maria menampakkan diri kepada Bernadette Soubirous pada 1858.Menariknya, Paus Leo XIV tidak hanya datang sebagai pemimpin Gereja Katolik, tetapi juga hadir sebagai seorang peziarah.

Di Lourdes, ia dijadwalkan menjalani sejumlah pengalaman yang juga dilakukan para peziarah, termasuk berdoa di gua dan mengikuti rangkaian tradisi ziarah.Di situlah wajah kemanusiaan Lourdes terasa kuat.Orang datang dengan latar belakang berbeda. Ada yang membawa keluarga, mendampingi orang sakit, menjadi relawan, maupun datang dalam keheningan untuk mencari penguatan.Ketika Orang Sakit Menjadi Pusat PerhatianPada Minggu (27/9), agenda Paus Leo XIV akan dilanjutkan dengan pertemuan bersama para uskup Konferensi Waligereja Prancis pukul 09.00.Pukul 11.00, Paus memimpin Misa di Prairie, kawasan Sanctuary of Our Lady of Lourdes. Pada pukul 15.30, ia dijadwalkan bertemu dengan staf dan komunitas orang sakit di Accueil Notre-Dame.Pertemuan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam kunjungan Paus ke Lourdes. Kota ini telah lama dikenal sebagai salah satu pusat ziarah Katolik yang memberikan perhatian besar kepada orang sakit. Di sana, orang sakit tidak sekadar menjadi penerima pelayanan. Mereka menjadi bagian penting dari kehidupan ziarah.
Para relawan, tenaga kesehatan, keluarga dan para pendamping hadir untuk membantu mereka menjalani perjalanan yang bagi sebagian orang tidak mudah.Ada tangan yang mendorong kursi roda, membantu menaiki kendaraan, membawakan barang, hingga sekadar duduk menemani dalam keheningan.Hal-hal sederhana tersebut menjadi bagian dari wajah Lourdes, sebuah kota kecil di kaki Pegunungan Pirenia yang menjadi tujuan peziarahan dari berbagai penjuru dunia.Kedatangan Paus juga membuat Lourdes bersiap menghadapi peningkatan jumlah pengunjung. Selain kawasan Sanctuary, hotel, restoran, toko, transportasi dan berbagai layanan publik turut mempersiapkan diri.Bagi kota yang kehidupan ekonominya sangat berkaitan dengan aktivitas ziarah, kunjungan Paus merupakan peristiwa besar.Namun, Lourdes tidak hanya sedang mempersiapkan diri untuk menyambut seorang pemimpin Gereja.Kota ini juga sedang mempersiapkan diri menerima manusia dengan berbagai cerita.Mereka datang membawa doa, kecemasan, rasa kehilangan, harapan dan kerinduan untuk menemukan ketenangan.Ribuan Lilin dan Doa yang Berjalan BersamaPada Minggu malam pukul 21.00, Paus Leo XIV dijadwalkan mengikuti doa Rosario dan prosesi lilin di Sanctuary of Our Lady of Lourdes.Ribuan cahaya lilin akan bergerak perlahan di antara para peziarah.Dari kejauhan, prosesi itu mungkin tampak sederhana. Namun bagi mereka yang hadir, setiap lilin membawa cerita sendiri.Ada doa untuk keluarga. Ada harapan bagi orang yang sedang sakit. Ada ungkapan syukur. Ada pula permohonan yang mungkin tidak pernah disampaikan kepada siapa pun.Di Lourdes, semua doa itu berjalan bersama.Dan ketika Paus Leo XIV meninggalkan Lourdes pada Senin pagi untuk melanjutkan perjalanan ke Metz sebelum kembali ke Roma, kota itu akan kembali pada rutinitasnya sebagai kota kecil di kaki Pegunungan Pirenia.Namun, bagi puluhan ribu peziarah dan warga yang ikut menyambutnya, kunjungan tersebut akan meninggalkan sebuah pengalaman bersama:Di tengah dunia yang bergerak begitu cepat, masih ada tempat ketika manusia berhenti sejenak, berjalan bersama, menyalakan lilin, memanjatkan doa, dan mencari harapan.
