BANYUWANGI, Selendangsutra.id — Gelaran aksi demonstrasi yang berlangsung selama beberapa hari di lahan PT Misi Mulia Petronusa (MMP) Banyuwangi turut mendapat perhatian masyarakat. Pasalnya, di tengah berlangsungnya aksi tersebut, sejumlah warga mengeluhkan sulitnya memperoleh Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) atau yang lebih dikenal sebagai gas melon.
Keluhan mengenai keterbatasan LPG 3 kg disebut mulai dirasakan warga sejak aksi berlangsung. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mendatangi sejumlah pangkalan maupun pengecer untuk mendapatkan gas yang menjadi salah satu kebutuhan utama rumah tangga.
Sejumlah warga Banyuwangi mengaku mengalami kesulitan memperoleh LPG 3 kg dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, sebagian warga harus mencari ke sejumlah lokasi karena persediaan gas di tempat yang biasa mereka datangi tidak tersedia.
“Kami sangat kesulitan mendapatkan gas. Beberapa hari ini mencari LPG 3 kilogram tidak mudah. Padahal gas tersebut sangat dibutuhkan untuk kebutuhan memasak sehari-hari,” ujar salah seorang warga Banyuwangi. Selasa 1/9/2026.
Kelangkaan atau keterbatasan pasokan LPG 3 kg menjadi persoalan yang cukup sensitif karena gas bersubsidi tersebut tidak hanya digunakan rumah tangga, tetapi juga menjadi penunjang aktivitas ekonomi masyarakat kecil.
Pelaku usaha mikro, warung makan, pedagang kaki lima, hingga usaha kuliner rumahan merupakan sebagian kelompok masyarakat yang sangat bergantung pada ketersediaan LPG sebagai bahan bakar untuk menjalankan kegiatan usahanya.
Apabila kondisi tersebut berlangsung berkepanjangan, dampaknya dikhawatirkan tidak hanya dirasakan masyarakat rumah tangga, tetapi juga dapat berimbas terhadap kegiatan ekonomi skala kecil yang selama ini menjadi sumber penghasilan masyarakat.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama instansi terkait segera melakukan pengecekan terhadap kondisi ketersediaan dan distribusi LPG 3 kg di sejumlah wilayah yang dilaporkan mengalami kesulitan pasokan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengetahui faktor yang menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh LPG 3 kg.
Pemerintah juga diharapkan memastikan distribusi LPG bersubsidi tetap berjalan normal dan tepat sasaran, sehingga kebutuhan masyarakat tidak terganggu oleh persoalan lain yang sedang berlangsung.
Meski kelangkaan LPG 3 kg dirasakan bertepatan dengan berlangsungnya aksi di lahan PT MMP, hubungan langsung antara aksi tersebut dengan terganggunya pasokan LPG masih memerlukan verifikasi dan keterangan resmi dari pihak-pihak yang berwenang.
Karena itu, diperlukan penjelasan dari pemerintah daerah, instansi yang membidangi perdagangan dan energi, agen serta pangkalan LPG, maupun pihak terkait lainnya untuk mengetahui kondisi distribusi secara faktual.
Masyarakat berharap berbagai persoalan yang berkaitan dengan aktivitas di sekitar lahan PT MMP dapat diselesaikan secara kondusif melalui mekanisme dialog dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Di sisi lain, kebutuhan dasar masyarakat harus tetap menjadi perhatian. Ketersediaan LPG 3 kg menyangkut kepentingan langsung masyarakat, khususnya rumah tangga berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro.
Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret apabila memang ditemukan gangguan distribusi di lapangan.
Masyarakat tidak ingin persoalan yang sedang berlangsung berdampak lebih luas terhadap kebutuhan sehari-hari. Stabilitas pasokan energi bersubsidi dinilai penting untuk menjaga aktivitas rumah tangga sekaligus keberlangsungan roda perekonomian masyarakat kecil di Banyuwangi.
