JAKARTA, Selendangsutra.id — Ikatan Santri Nusantara bersama Nurul Wathon Alhambalang tengah melakukan kajian serius mengenai gagasan pembentukan Politeknik Bahasa Dunia sebagai salah satu model penguatan pendidikan bagi santri Indonesia dalam menghadapi perkembangan era global.
Gagasan ini lahir dari pemikiran bahwa santri Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di tingkat nasional maupun internasional. Selama menempuh pendidikan di pondok pesantren, para santri telah dibentuk dengan kehidupan yang mandiri serta mendapatkan pendidikan agama, akhlak, Al-Qur’an, kitab kuning, dan nilai-nilai sosial kemasyarakatan. Namun, perkembangan dunia yang semakin terbuka menuntut generasi muda Indonesia, termasuk santri, memiliki kemampuan tambahan, terutama dalam penguasaan bahasa-bahasa dunia.
Santri Harus Menguasai Bahasa Dunia
Gagasan yang terus dikaji oleh Gus Dody bersama tim ini menempatkan pendidikan bahasa sebagai salah satu strategi penting untuk memperluas peran santri di tingkat global. Politeknik Bahasa Dunia diharapkan menjadi pusat pendidikan praktis yang dapat mempersiapkan santri menguasai berbagai bahasa internasional dan bahasa strategis dunia, seperti Bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Jepang, serta bahasa lainnya sesuai kebutuhan perkembangan global. Dengan kemampuan bahasa, santri diharapkan tidak hanya mampu berdakwah dan menyampaikan nilai-nilai Islam kepada masyarakat internasional, tetapi juga dapat berkiprah dalam pendidikan, diplomasi, perdagangan, teknologi, pariwisata, serta berbagai sektor pembangunan lainnya.
“Santri sudah memiliki modal besar berupa kemandirian, pendidikan agama dan akhlak. Kini kita harus memperkuat kemampuan mereka menghadapi dunia global melalui pendidikan dan penguasaan bahasa,” demikian semangat utama dari kajian tersebut.
Didukung Kajian Para Ulama dan Pengasuh Pesantren
Kajian pengembangan pendidikan santri tersebut juga melibatkan pemikiran dan pandangan para tokoh pesantren, termasuk KH Fathullah Sayuti Toha dan KH Maskur Ali, yang sama-sama memiliki pengalaman panjang dalam dunia pendidikan pesantren di wilayah ujung timur Pulau Jawa. Keterlibatan para ulama dan pengasuh pondok pesantren dinilai sangat penting agar konsep pendidikan modern yang dikembangkan tetap memiliki akar kuat pada tradisi pesantren. Dengan demikian, Politeknik Bahasa Dunia tidak dimaksudkan untuk mengubah karakter pendidikan santri, melainkan menambah kekuatan baru bagi santri agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai agama, akhlak, Al-Qur’an dan tradisi keilmuan pesantren.
Menjadi Bahan Kajian Pendidikan Pasca-Muktamar NU
Gagasan tersebut juga dipandang sebagai bagian dari bahan kajian mengenai masa depan pendidikan santri dan pendidikan Nahdlatul Ulama setelah pelaksanaan Muktamar NU. Sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang memiliki jaringan pesantren sangat luas, NU memiliki kekuatan besar dalam membangun sumber daya manusia Indonesia.
Jutaan santri yang berada di berbagai pondok pesantren merupakan aset bangsa yang perlu terus mendapatkan perhatian dalam kebijakan pembangunan pendidikan nasional. Karena itu, Ikatan Santri Nusantara menilai pengembangan pendidikan santri harus menjadi bagian penting dari strategi Indonesia menuju negara maju.
Gagasan Akan Disiapkan untuk Presentasi kepada Presiden Prabowo
Tim pengkaji yang dipraktisi dan dikoordinasikan oleh Gus Dody berencana terus melakukan pendalaman terhadap konsep tersebut agar dapat menjadi bahan presentasi kepada Presiden Prabowo Subianto.Pemerintahan Presiden Prabowo dinilai memiliki perhatian terhadap penguatan sumber daya manusia dan pembangunan pendidikan. Oleh sebab itu, kalangan santri berharap pendidikan pesantren juga memperoleh ruang strategis dalam agenda pembangunan nasional.
“Jangan sampai anak-anak santri terlupakan dalam pembangunan pendidikan Indonesia. Santri adalah bagian penting dari sejarah bangsa dan memiliki potensi besar untuk membawa Indonesia tampil di dunia internasional,” menjadi semangat yang berkembang dalam kajian tersebut.
Mencetak Santri Mandiri, Berakhlak dan Berwawasan Global
Konsep Politeknik Bahasa Dunia diharapkan mampu melahirkan generasi baru santri Indonesia yang memiliki tiga kekuatan utama:
Kuat dalam agama dan akhlak
Mandiri dan memiliki kemampuan profesional
Menguasai bahasa serta memiliki wawasan global
Dengan konsep tersebut, santri Indonesia diharapkan dapat berkembang hingga ke berbagai pelosok dunia, membawa ilmu pengetahuan, nilai perdamaian, budaya Indonesia, serta semangat Islam yang moderat. Gagasan ini masih terus dikaji secara mendalam oleh Ikatan Santri Nusantara, Nurul Wathon Alhambalang, para ulama, pengasuh pondok pesantren dan tim pendidikan yang terlibat.“Pengetahuan, nilai perdamaian, budaya Indonesia, serta semangat Islam yang moderat.”
Gagasan ini masih terus dikaji secara mendalam oleh Ikatan Santri Nusantara, Nurul Wathon Alhambalang, para ulama, pengasuh pondok pesantren dan tim pendidikan yang terlibat.
Visi Besarnya
Visi besarnya adalah menghadirkan generasi santri Indonesia yang tetap berpegang teguh pada nilai pesantren, tetapi mampu berdiri sejajar dan bersaing di panggung dunia.
“SANTRI KUAT DALAM AKHLAK, UNGGUL DALAM ILMU, DAN MENGUASAI BAHASA DUNIA.”
