BANYUWANGI, Selendagsutra.id — Pondok Pesantren Mansya’ul Huda, Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, menjadi tempat berlangsungnya rapat persiapan pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Dzikir Nurul Wathon, Senin malam (17/8/2026).

Rapat yang berlangsung pukul 20.30 hingga 21.30 WIB tersebut dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda sekaligus Mursyidul’am Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal Khitoh Indonesia, KH. Fathulloh Suyuti Thoha. Kegiatan dihadiri unsur TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta jajaran pengurus DPP dan DPC Jama’ah Dzikir Nurul Wathon.

Pertemuan tersebut secara khusus membahas pembentukan kepanitiaan sekaligus pemantapan agenda besar yang rencananya digelar pada Jumat, 28 Agustus 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai di Pondok Pesantren Mansya’ul Huda.
Acara diawali dengan sambutan dari Pengasuh Ponpes Mansya’ul Huda, K.H. Fatulloh Suyuthi Thoha, yang menegaskan pentingnya menjaga persatuan bangsa melalui jalur spiritual dan kebersamaan. Agenda dilanjutkan dengan arahan dari Ketua Umum jama’ah dikir Nurul Wathon” Prof. DR.H. Teguh Sumarno, M.M., mengenai teknis pelaksanaan serta harapan agar sinergi antara Ulama, TNI, POLRI, dan masyarakat dapat terus terjalin erat demi menjaga kondusivitas serta kedamaian di wilayah Banyuwangi dan Indonesia pada umumnya.

Dalam arahannya, KH. Fathulloh Suyuti Thoha menegaskan bahwa kegiatan Maulid Nabi dan Dzikir Nurul Wathon bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan, kebersamaan dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.
“Acara ini kita laksanakan untuk keselamatan bangsa dan negara, tidak ada tujuan yang lain,” tegas KH. Fathulloh Suyuti Thoha dalam rapat tersebut.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan akan dikemas dengan melibatkan unsur TNI, Polri, para habaib, tokoh lintas agama, serta masyarakat. Sejumlah tokoh nasional juga diharapkan dapat hadir untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi keselamatan dan kedamaian Indonesia.
Dalam rencana kegiatan, sejumlah tokoh yang diharapkan hadir antara lain Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Menteri Agama Republik Indonesia; Habib Luthfi bin Yahya; serta Romo Putut sebagai representasi tokoh lintas agama.
Selain agenda Maulid Nabi dan Dzikir Nurul Wathon, panitia juga menyiapkan kegiatan jalan santai bersama masyarakat pada Selasa, 25 Agustus 2026, mulai pukul 06.00 WIB. Kegiatan tersebut disiapkan dengan hadiah utama berupa dua ekor sapi dan kambing, sebagai bagian dari upaya mempererat kebersamaan masyarakat.

Ketua Umum DPP Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal Khitoh Indonesia, Prof. DR. Teguh Sumarno, M.M, yang didampingi ketua DPC Banyuwangi ” Drs. Sudarman,S.Pd,, dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh jajaran dan jamaah untuk memaksimalkan persiapan serta menyukseskan rangkaian kegiatan.
Menurut Teguh Sumarno, suksesnya kegiatan membutuhkan dukungan dan kebersamaan seluruh elemen, terutama para jamaah, panitia, masyarakat, serta unsur TNI-Polri yang terlibat.
“Kami selaku Ketua Umum berharap pelaksanaan kegiatan pada Jumat, 28 Agustus nanti dapat kita sukseskan bersama. Mudah-mudahan para tokoh dan tamu undangan yang direncanakan hadir dapat hadir bersama-sama,” ujarnya.
Prof. DR. H. Teguh Sumarno, M.M,, berharap panitia yang terbentuk malam ini dapat bekerja dengan solid, ikhlas, dan terencana, sehingga pelaksanaan acara dapat berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Banyuwangi. Mari kita sukseskan bersama kegiatan ini demi keselamatan NKRI.

Dalam rapat tersebut juga ditetapkan susunan kepanitiaan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan terkoordinasi.
Untuk panitia tingkat Kabupaten atau nasional ditetapkan:
Penanggung jawab: Prof. DR. Teguh Sumarno, M.M.
Ketua Umum: Ali Mustofa
Sekretaris: Puguh
Bendahara: Andi Najmudin
Sementara untuk panitia tingkat lokal Pondok Pesantren Mansya’ul Huda, susunan yang ditetapkan meliputi:
Ketua: Gatot Sukardi
Sekretaris: Ali Alawi
Bendahara: Widid
Rapat turut dihadiri AKP Sadimun, S.H. mewakili Kapolsek Tegaldlimo, Kapt. Inf. Arif Budi Cahyono mewakili Dandim 0825/Banyuwangi, Letda Laut Eko Susianto mewakili Danlanal Banyuwangi, Sudarman ketua DPC dikir nurul wathon Banyuwangi, Ali Mustofa Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Banyuwangi, Harianto mewakili Camat Tegaldlimo, Serka Prayitno mewakili Danramil, serta Surono, Kepala Desa Kedungwungu.
Sekitar 50 tamu undangan turut mengikuti rapat dan pembahasan persiapan kegiatan.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus semangat kebangsaan. Perpaduan antara Maulid Nabi, dzikir, doa bersama, keterlibatan TNI-Polri, tokoh agama lintas kelompok dan masyarakat menjadi pesan penting bahwa menjaga persatuan merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Jama’ah Dzikir Nurul Wathon Al Hambalangi Wal kithoh Indonesia sendiri terus mendorong kegiatan keagamaan yang memiliki orientasi kebangsaan, dengan menjadikan doa, dzikir dan silaturahmi sebagai sarana memperkuat persaudaraan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan persiapan yang mulai dimatangkan sejak jauh hari, panitia berharap pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Dzikir Nurul Wathon pada 28 Agustus 2026 dapat berlangsung khidmat, aman, tertib dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Rapat ditutup pada pukul 21.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar.
