BANYUWANGI, SELENDANGSUTRA.ID — Perjalanan hidup yang berawal dari keluarga sederhana tidak menghalangi Siti Rukaiyah untuk mengukir prestasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Perempuan kelahiran Banyuwangi yang kini menetap di Kabupaten Tuban tersebut berhasil meraih penghargaan sebagai “Tokoh Wanita Inspiratif” dari Pemerintah Kabupaten Tuban.
Penghargaan itu menjadi momentum istimewa bagi Siti Rukaiyah pada Senin, 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Siti Rukaiyah merupakan perempuan kelahiran sekitar tahun 1976 yang berasal dari Dusun Banje, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi. Tumbuh dari keluarga yang sangat sederhana, ia membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya, berprestasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Siti Rukaiyah mendapat undangan dari Pemerintah Kabupaten Tuban untuk mengikuti upacara bendera Merah Putih. Kehadirannya dalam upacara tersebut kemudian menjadi semakin berkesan setelah dirinya menerima penghargaan sebagai Tokoh Wanita Inspiratif.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, SE, bersama Wakil Bupati Tuban Drs. Joko Sarwono.
Penghargaan diberikan atas keberhasilan Siti Rukaiyah dalam mengelola sekaligus membesarkan BUMDes Bersama (BUMDesma) Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.
Dedikasi dan keberhasilannya dalam mengembangkan lembaga ekonomi masyarakat tersebut dinilai menjadi contoh nyata bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan daerah.
Kisah Siti Rukaiyah juga menjadi gambaran bahwa semangat perjuangan tidak mengenal latar belakang. Dari seorang perempuan sederhana asal Banyuwangi, ia mampu menunjukkan kapasitas dan kepemimpinannya hingga mendapat apresiasi di Kabupaten Tuban.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa makna kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan seremoni, tetapi juga melalui kerja nyata, pengabdian, keberanian mengambil peran, serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bagi Siti Rukaiyah, pencapaian tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, melainkan menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Sosoknya diharapkan dapat menjadi teladan bagi perempuan lainnya, khususnya generasi muda, bahwa kesuksesan dapat diraih melalui ketekunan, integritas, kerja keras, dan keberanian untuk terus belajar serta berbuat bagi lingkungan sekitar.
“Semoga pencapaian ini menjadi penyemangat untuk terus berkarya, menjadi teladan yang baik, serta memberikan motivasi bagi masyarakat untuk terus berjuang dan berkontribusi bagi kemajuan bersama,” demikian semangat yang menyertai penghargaan tersebut.
Momentum Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia akhirnya menjadi catatan tersendiri bagi Siti Rukaiyah. Perempuan asal Banyuwangi tersebut tidak hanya hadir sebagai peserta upacara, tetapi juga pulang membawa penghargaan yang menjadi pengakuan atas dedikasi dan perjuangannya dalam membangun ekonomi masyarakat melalui BUMDesma Widang.
Kisah Siti Rukaiyah menjadi bukti bahwa perempuan dari daerah, dengan latar belakang sederhana sekalipun, mampu tampil sebagai sosok inspiratif dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat.
