Banda Aceh, Selendangsutra.id – Pemerintah Aceh bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ulama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen masyarakat menggelar doa dan zikir bersama untuk mengenang peringatan Perjanjian Helsinki serta tragedi tsunami yang pernah melanda Aceh.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas perdamaian yang telah terjaga selama ini. Selain itu, doa dan zikir bersama juga menjadi momentum untuk mengenang para korban tsunami serta mengambil hikmah dari bencana yang pernah mengguncang Aceh.
Selama lebih dari dua dekade, Aceh telah menunjukkan perubahan yang signifikan. Perdamaian yang lahir dari Perjanjian Helsinki menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih aman, damai, dan sejahtera.
Forkopimda Aceh mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, serta mempertahankan nilai-nilai syariat Islam yang menjadi identitas masyarakat Aceh. Masyarakat juga diingatkan agar tidak membiarkan kegiatan keagamaan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu yang dapat mengganggu persatuan dan kedamaian yang selama ini telah terjaga.
Di sisi lain, Aceh juga mulai menunjukkan perkembangan yang positif dalam bidang ekonomi. Berbagai peluang investasi mulai tumbuh dan menjadi harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semangat kebersamaan menjadi kunci utama dalam membangun Aceh. Seluruh masyarakat, baik yang berada di Aceh maupun di luar daerah, diharapkan dapat memberikan dukungan dan kontribusi untuk kemajuan daerah.
Sejarah tidak boleh dilupakan, tetapi masa depan juga harus menjadi perhatian bersama. Perdamaian yang telah dicapai harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya agar cita-cita mewujudkan Aceh yang makmur dapat tercapai. Melalui doa dan zikir bersama, masyarakat Aceh berharap Allah SWT selalu memberikan keselamatan, keberkahan, dan kekuatan kepada seluruh masyarakat serta menjaga Aceh sebagai daerah yang damai, religius, dan semakin maju.
tetapi masa depan juga harus menjadi perhatian bersama. Perdamaian yang telah dicapai harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya agar cita-cita mewujudkan Aceh yang makmur dapat tercapai. Melalui doa dan zikir bersama, masyarakat Aceh berharap Allah SWT selalu memberikan keselamatan, keberkahan, dan kekuatan kepada seluruh masyarakat serta menjaga Aceh sebagai daerah yang damai, religius, dan semakin maju.
Perdamaian adalah warisan, sedangkan kemakmuran adalah tujuan yang harus diperjuangkan bersama.
Penulis: R Dody Iwa Kusumajaya
