Banda Aceh, Selendangsutra.id – Semangat membangun daerah melalui sektor energi terus tumbuh di Aceh Timur. Salah satu putra daerah bersama tim profesional yang memiliki pengalaman di bidang perminyakan mendirikan PT Global Aceh Migas, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi, konsultasi, dan pelatihan (training) tata kelola pengelolaan sumur tua minyak.
Perusahaan ini dipimpin oleh Fahrul, yang memiliki komitmen untuk menghadirkan pengelolaan sumber daya energi secara profesional, aman, dan sesuai dengan ketentuan pemerintah. PT Global Aceh Migas juga menjalin kerja sama dengan Koperasi Tata Beuramo Peureulak yang dipimpin oleh Abu Mane, sebagai bagian dari upaya memberdayakan masyarakat lokal dalam pengelolaan sumur minyak tua.
Menurut Fahrul, keberadaan sumur tua di Aceh Timur masih memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan apabila dikelola dengan baik, menggunakan teknologi yang tepat, serta mengikuti seluruh regulasi yang berlaku.
“Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi Pemerintah Aceh dan khususnya masyarakat Aceh Timur. Pengelolaan sumur tua harus menjadi peluang peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya.
PT Global Aceh Migas tidak hanya berfokus pada kegiatan eksplorasi, tetapi juga menyiapkan program pelatihan bagi tenaga kerja lokal agar memiliki kompetensi di bidang operasi lapangan, keselamatan kerja (HSE), pemeliharaan fasilitas produksi, hingga tata kelola lingkungan.
Kerja sama dengan Koperasi Tata Beuramo Peureulak diharapkan menjadi model kemitraan antara badan usaha dan masyarakat dalam mengembangkan potensi energi daerah. Dengan melibatkan koperasi, manfaat ekonomi diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar.
Selain itu, perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk mendukung seluruh proses perizinan sesuai ketentuan pemerintah. Seluruh kegiatan nantinya akan dilaksanakan setelah memperoleh izin dari instansi yang berwenang dan mengikuti regulasi di sektor energi serta lingkungan hidup.

PT Global Aceh Migas juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, tenaga ahli, dan perusahaan nasional maupun internasional untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan penerapan teknologi dalam pengelolaan sumur tua.
Dalam jangka panjang, perusahaan menilai pengalaman pengelolaan kawasan migas seperti Arun dapat menjadi salah satu referensi pembelajaran untuk membangun sistem operasi yang modern, efisien, dan mengutamakan keselamatan kerja. Namun, setiap pengembangan proyek tetap akan disesuaikan dengan kondisi lapangan, kebutuhan teknis, serta ketentuan yang berlaku.
