0-3968x2976-0-0-{}-0-24#
BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Penanaman Kedelai, Bakti Sosial, dan Bakti Kesehatan Tahun 2026 yang diselenggarakan Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi di Lapangan Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB itu menjadi implementasi Peraturan Panglima TNI Nomor 2 Tahun 2025 tentang Unit Produksi Ketahanan Pangan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia, sekaligus tindak lanjut Telegram Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Nomor 021/SPOT/0325 TWU 0317.1410 mengenai pembentukan dan validasi organisasi Kompi Produksi di setiap Lanal sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda Tegaldlimo, KH. Fathulloh Suyuti Toha, dilanjutkan dengan sambutan para pejabat penting, foto bersama, peninjauan posko bakti sosial dan bakti kesehatan, serta penanaman bibit kedelai di lahan pertanian yang juga diawali dengan doa bersama.
Komandan Lanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Wishnu Kresnawan, S.T., M.Tr.Opsla., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional.
“Ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan negara. Melalui kegiatan penanaman kedelai, bakti sosial, dan bakti kesehatan ini, TNI AL ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh komponen bangsa. Semangat gotong royong inilah yang menjadi modal utama dalam membangun Indonesia yang mandiri dan tangguh di bidang pangan,” ujar Komandan Lanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Wishnu Kresnawan, S.T., M.Tr.Opsla.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, ulama, tokoh masyarakat, pelaku usaha, kelompok tani, hingga berbagai instansi terkait.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi diwakili oleh Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. Mujiono, yang hadir bersama jajaran perangkat daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Ir. Mujiono menyampaikan apresiasi atas inisiatif Lanal Banyuwangi yang dinilai selaras dengan program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyampaikan apresiasi kepada TNI AL, khususnya Lanal Banyuwangi, yang telah menghadirkan program nyata untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, sekaligus menghadirkan pelayanan sosial dan kesehatan yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. Mujiono.
Selain berorientasi pada peningkatan produksi pertanian melalui penanaman kedelai, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelayanan bakti kesehatan dan pembagian bantuan sosial kepada masyarakat. Program ini menjadi wujud kepedulian TNI AL terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan kawasan pesisir.
Sinergi yang terbangun dalam kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, jajaran Polresta Banyuwangi, Kodim 0825 Banyuwangi, Dinas Pertanian, Perhutani, pemerintah Kecamatan Tegaldlimo, pemerintah desa, kelompok tani, perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan dan agribisnis, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, Lanal Banyuwangi berharap tercipta model kerja sama berkelanjutan dalam membangun kemandirian pangan nasional. Kehadiran TNI AL tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan wilayah laut, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional melalui sektor pertanian, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Kegiatan di Desa Purwoagung menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong antara TNI, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat mampu memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
