BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Tradisi sowan kepada para masyayikh kembali menjadi cermin hidupnya adab pesantren di Nusantara. Kyai Fadli Amin bin KH Amin Kholil, ulama muda asal Bangkalan, Madura, melakukan silaturahmi ke kediaman ulama kharismatik Pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda Tegaldlimo, Banyuwangi, KH Fathulloh Suyuti Toha, pada Senin (27/7/2026).
Kedatangan Kyai Fadli Amin yang didampingi Sobry Al-Husaini beserta rombongan disambut hangat oleh KH Fathulloh Suyuti Toha beserta keluarga besar pesantren. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban, tawadhu’, dan kekeluargaan, mencerminkan kuatnya tradisi keilmuan yang diwariskan para ulama Ahlussunnah wal Jamaah.
Dalam silaturahmi tersebut, Kyai Fadli Amin yang disebut berasal dari dzuriyah Syaikhona Kholil Bangkalan memohon doa, nasihat, dan keberkahan kepada KH Fathulloh Suyuti Toha. Tradisi sowan ini menjadi wujud penghormatan kepada para guru sekaligus ikhtiar menjaga kesinambungan sanad keilmuan, dakwah, dan perjuangan ulama dalam membimbing umat.
Di sela pertemuan, kedua tokoh membahas pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, memperkuat persatuan bangsa, serta memperkokoh peran pesantren sebagai benteng akhlak, pusat pendidikan, dan penjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika kehidupan modern.
KH Fathulloh Suyuti Toha dikenal luas sebagai ulama kharismatik, Pengasuh Pondok Pesantren Mansya’ul Huda Tegaldlimo, sekaligus pendiri Majelis Dzikir Nurul Wathon Al-Hambalangi Wal-Khitoh Indonesia. Selama ini beliau istiqamah mengajarkan pentingnya keikhlasan dalam berkhidmah, menjaga persatuan umat, serta menanamkan kecintaan kepada agama, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bagi kalangan pesantren, sowan bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari adab yang mencerminkan ketawadhuan seorang santri kepada guru. Dari tradisi inilah keberkahan ilmu, doa para masyayikh, dan mata rantai sanad keilmuan terus terjaga dari generasi ke generasi.
“Kami meyakini bahwa sowan kepada para masyayikh adalah bagian dari adab sebelum ilmu. Mohon doa dan nasihat para kiai merupakan bekal utama dalam menjalankan amanah dakwah serta pengabdian kepada umat, agama, bangsa, dan negara,” tutur Kyai Fadli Amin.
Ia menambahkan bahwa mempererat silaturahmi antarpesantren merupakan bagian dari ikhtiar merawat warisan ulama sekaligus memperkuat persaudaraan kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan tersebut ditutup dengan doa bersama. Momentum ini menjadi simbol eratnya ukhuwah para ulama dalam menjaga marwah pesantren, melestarikan tradisi keilmuan, memperkuat persatuan umat, serta meneguhkan komitmen bersama untuk terus mengawal nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
