BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Dr. H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., menghadiri Temu Kader Relawan BARISTAN (Barisan Tani dan Nelayan) bersama tokoh masyarakat Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB di Jalan K.H. Agus Salim No. 18, Taman Baru, Kecamatan Banyuwangi ini dihadiri kader PAN, Relawan Shogun, PBFI, petani, nelayan, kelompok tani, Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA), kelompok sadar wisata (Pokdarwis), serta berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi nasional untuk mewujudkan ketahanan pangan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Di tengah meningkatnya tantangan global terhadap sektor pangan, forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan gagasan, aspirasi, dan komitmen antara kepemimpinan nasional dengan masyarakat akar rumput. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat produktivitas pertanian, perikanan, dan pembangunan pedesaan.
Kehadiran Zulkifli Hasan disambut antusias oleh ratusan relawan BARISTAN dan tokoh masyarakat Banyuwangi. Dialog yang berlangsung hangat membahas berbagai persoalan yang dihadapi petani dan nelayan, mulai dari peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan, akses pasar, hingga strategi menjaga ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Sebagai organisasi yang berfokus pada penguatan sektor pertanian dan perikanan, BARISTAN terus memperluas jaringan organisasi hingga tingkat kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan sosial yang mampu mengawal kepentingan petani dan nelayan sekaligus mempercepat pembangunan ekonomi berbasis potensi daerah.
Pembina BARISTAN, Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, M.M., menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak dapat diwujudkan hanya melalui kebijakan pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa.
“Ketahanan pangan merupakan fondasi utama kemandirian bangsa. Untuk mewujudkannya diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, akademisi, hingga petani dan nelayan sebagai ujung tombak produksi pangan nasional. Kolaborasi inilah yang harus terus diperkuat,” ujar Guntur Priambodo.
Menurutnya, Temu Relawan BARISTAN menjadi wadah strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan langkah nyata dalam memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan ekonomi kerakyatan sebagai pilar pembangunan nasional.
Kabupaten Banyuwangi yang dikenal memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan kelautan dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung target swasembada pangan nasional. Karena itu, berbagai gagasan yang lahir dari forum tersebut diharapkan mampu menjadi kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan sekaligus memperkuat daya tahan pangan Indonesia.
Kehadiran Ketua Umum PAN bersama jajaran pengurus pusat dalam agenda tersebut juga dipandang sebagai sinyal kuat bahwa sektor pertanian dan perikanan tetap menjadi prioritas dalam agenda pembangunan nasional. Pertemuan itu sekaligus mempererat hubungan antara kepemimpinan nasional dengan masyarakat daerah dalam menghadapi tantangan pangan, perubahan iklim, serta dinamika ekonomi global.
Melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan para pelaku sektor pangan, BARISTAN optimistis Indonesia mampu membangun sistem pangan yang tangguh, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, serta mewujudkan kemandirian pangan sebagai salah satu pilar utama menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaulat.
