BANYUWANGI|selendangsutra.id- Sekolah Alam Insan Qurani (SAIQ) Al-Hikmah menggelar serangkaian kegiatan penutupan matamuda dan MPLS yang bernuansakan kepedulian lingkungan pada Jumat (17/7/2026) di pantai Gumuk Kantong, Sumbersewu. kegiatan ini diikuti oleh para siswa SDI dan RA/TK beserta para orang tua, dengan puncak acara berupa pelepasan puluhan ekor tukik atau anak penyu ke laut lepas.
Rangkaian kegiatan digelar dengan berbagai aktivitas yang memadukan unsur edukasi, dan aksi nyata pelestarian lingkungan.
Trainer Rio Nugroho Guritno ajak Murid bermain bersama
Acara diawali dengan senam pembuka yang melibatkan para murid beserta para orang tua.Wiwin Antika S. Pd selaku kepala sekolah SDI SAIQ Al-Hikmah turut membagikan kesannya mengenai sesi pembuka acara tersebut.
“Acara ini kami awali dengan senam bersama, dan yang membuat saya senang, saat kami ajak orang tua untuk melakukan senam bersama. Suasananya tadi happy, ada kebersamaan antara sekolah, siswa, dan keluarga yang benar-benar terasa. Buat saya, ini juga jadi bukti sinergi antara rumah dan sekolah itu penting banget untuk mendukung tumbuh kembang anak, tadi semua ikut gerak bareng sebelum lanjut ke rangkaian acara berikutnya,” ujarnya.
Fatikha Naimah Aziz, atau yang lebih akrab dipanggil bunda Ufa menambahkan
“Seru banget senamnya! Orang tua ikut senam bareng anak-anak, itu artinya keluarga dan sekolah jalan bareng,” ujar terangnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Rangkaian acara kemudian memasuki sesi edukasi tukik, di mana para siswa diberikan pemahaman mengenai siklus hidup penyu, ancaman yang dihadapi populasi tukik di alam liar, hingga pentingnya menjaga kebersihan pantai sebagai tempat penyu bertelur. Sesi edukasi ini menjadi bekal penting sebelum siswa terjun langsung ke kegiatan pelepasan tukik.
Keseruan para guru melepas Tukik bersama siswa SAIQ Al-Hikmah Banyuwangi
Di sesi edukasi tukik, para siswa dan guru SAIQ al-Hikmah mendapat pemaparan langsung dari Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Gumuk Kantong, yang selama ini aktif dalam upaya konservasi penyu di kawasan pesisir, khususnya di Muncar
Perwakilan Pokmaswas Gumuk Kantong menjelaskan pentingnya menjaga kelangsungan hidup penyu sejak fase tukik hingga dewasa.
“Kami sengaja dihadirkan tadi untuk memberi pemahaman kepada anak-anak, bahwa tukik ini butuh perjalanan panjang dan penuh risiko sebelum bisa bertahan hidup di laut. Dari ratusan telur yang menetas, hanya sedikit yang benar-benar bisa tumbuh jadi penyu dewasa, karena ancamannya banyak, mulai dari predator alami, sampah plastik, sampai perburuan liar,” ujarnya dihadapan seluruh murid dan guru SAIQ alhikmah,
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi istirahat bersama sambil makan jatah rutin Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa baik dari SDI hingga RA/TK menyantap hidangan bergizi bersama para guru, dan orang tua.
Ditemui di sela-sela kegiatan, Kepala Yayasan SAIQ Al-Hikmah Shohifah Yadul badiah, S.H, SAP, MAP menyampaikan bahwa seluruh rangkaian acara tersebut sengaja dirancang untuk mencakup berbagai aspek pendidikan sekaligus.
“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada satu aspek saja. Ada unsur fisiknya dan gamenya, ada kerja sama tim, ada edukasi lingkungan, sampai aksi nyata pelestarian alam lewat pelepasan tukik. Bisa dikatakan, memang pendekatannya kami buat holistik,” ujarnya.
Ke depannya, ia berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, dengan model dan inovasi yang terus menyesuaikan dengan semangat zaman.
“Kami tidak ingin kegiatan ini hanya jadi seremoni sekali jalan. Harapannya ini bisa rutin dilaksanakan setiap tahun, tentu dengan konsep dan inovasi yang terus diperbarui, supaya tetap relevan dan menarik minat anak-anak sesuai perkembangan zaman,” ujarnya.
