BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Sebuah rumah milik H. Luqman Fathoni di Dusun Kebunrejo, RT 005/RW 001, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, dilalap api pada Minggu (21/6/2026) dini hari. Kebakaran diduga dipicu korsleting pada baterai litium sepeda motor listrik yang memicu fenomena thermal runaway, sehingga api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan beserta isinya.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi, peristiwa terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Laporan diterima melalui call center pada pukul 03.56 WIB, dan tim Regu Brama 3 segera diberangkatkan menuju lokasi. Setelah menempuh perjalanan sekitar 31 kilometer, petugas tiba pada pukul 04.29 WIB dan langsung melakukan operasi pemadaman.
Petugas mengerahkan empat unit mobil pemadam beserta peralatan lengkap. Strategi pemadaman difokuskan pada pemutusan jalur rambatan api di sisi utara bangunan, sementara personel lainnya melakukan penyemprotan di area garasi, ruang tengah, dan dapur. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 05.51 WIB, dilanjutkan proses pendinginan dan investigasi hingga operasi dinyatakan selesai pada pukul 06.50 WIB.
Hasil asesmen di lapangan menyebutkan, saat kejadian pemilik rumah sedang mendampingi istrinya yang sakit di rumah mertua bersama seorang anak. Sementara itu, putra mereka, M. Fardany Kawakibi, berada seorang diri di rumah dan sedang tertidur.
Korban terbangun setelah mendengar suara percikan api disertai kepanikan warga di sekitar rumah. Saat memeriksa sumber suara, ia mendapati api telah membakar area garasi. Bersama warga, ia sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan selang air, namun kobaran api terus membesar sehingga akhirnya menghubungi Call Center Damkarmat Banyuwangi untuk meminta bantuan.
Berdasarkan hasil investigasi awal Damkarmat, titik awal kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik pada baterai litium sepeda motor listrik yang memicu fenomena thermal runaway atau reaksi berantai pelepasan panas. Kobaran api kemudian menyambar tiga unit sepeda motor berbahan bakar minyak (BBM), sebelum merambat ke atap dan hampir seluruh bagian rumah.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun seluruh dokumen penting milik keluarga dilaporkan ikut terbakar bersama bangunan rumah dan berbagai barang berharga.
Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta, meliputi satu unit rumah beserta seluruh isinya, tiga unit sepeda motor berbahan bakar minyak, satu unit sepeda motor listrik, serta aset lainnya.
Dalam penanganan kejadian ini, Damkarmat Banyuwangi mengerahkan 11 personel yang terdiri dari Kasi Penyelamatan dan Evakuasi, Regu Brama 3, Bidang Pemadaman dan Penyelamatan, Humas Damkarmat, serta Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar). Operasi juga mendapat dukungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, pemerintah kecamatan, perangkat desa, dan masyarakat sekitar.
Damkarmat Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan perangkat listrik, khususnya baterai litium pada kendaraan listrik. Pengisian daya sebaiknya dilakukan menggunakan perangkat sesuai standar keselamatan, tidak ditinggalkan tanpa pengawasan, serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi layak guna meminimalkan risiko kebakaran.
Dengan mengusung semangat “Pantang Pulang Sebelum Api Padam”, Damkarmat Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan cepat, profesional, dan maksimal dalam melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.
