BANYUWANGI, Selendangsutra.id – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuwangi kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menghadirkan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Senin (13/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 1 Banyuwangi ini menghadirkan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi, Kombes Pol. Rachmat Kurniawan, S.I.K., S.H., M.M., serta Ketua Yayasan Anti Narkoba Lapor Pulih Sehat Sejahtera (YAN LPSS) Banyuwangi, Hakim Said, S.H., sebagai narasumber utama.
Ratusan peserta didik baru mengikuti kegiatan dengan antusias. Edukasi yang disampaikan tidak hanya mengupas bahaya penyalahgunaan narkotika dari sisi kesehatan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum serta pentingnya membangun karakter yang kuat sejak dini sebagai benteng menghadapi berbagai pengaruh negatif.
Dalam paparannya, Kepala BNNK Banyuwangi Kombes Pol. Rachmat Kurniawan menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius yang mampu menghancurkan masa depan generasi muda. Karena itu, pencegahan harus dimulai sejak usia sekolah melalui edukasi yang berkelanjutan.
“Generasi muda adalah aset bangsa yang harus dijaga. Jangan pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun, karena sekali terjerumus dampaknya bukan hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan pendidikan, karier, keluarga, hingga masa depan. Pencegahan adalah langkah terbaik, dan keberanian untuk mengatakan ‘tidak’ terhadap narkoba merupakan bentuk perlindungan terhadap diri sendiri dan orang-orang yang kita cintai,” tegas Kombes Pol. Rachmat Kurniawan.
Ia juga menekankan bahwa negara tetap memberikan ruang pemulihan bagi korban penyalahgunaan narkoba melalui program rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.
“Bagi masyarakat yang telah menjadi korban penyalahgunaan narkoba, jangan takut mencari pertolongan. Negara hadir melalui layanan rehabilitasi agar mereka dapat pulih, kembali produktif, dan memiliki kesempatan membangun masa depan yang lebih baik. Melawan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga dan lembaga pendidikan,” tambahnya.
Sementara itu, Hakim Said, S.H., mengulas aspek hukum penyalahgunaan narkotika berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia menjelaskan bahwa pelaku peredaran gelap narkotika menghadapi ancaman pidana yang sangat berat, termasuk pidana mati sesuai ketentuan Pasal 114 apabila memenuhi unsur yang diatur dalam undang-undang.
Di sisi lain, Hakim Said mengingatkan bahwa hukum Indonesia juga mengedepankan pendekatan kemanusiaan terhadap pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika melalui kewajiban menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial sebagaimana diatur dalam Pasal 54 UU Nomor 35 Tahun 2009.
“Generasi muda harus memahami bahwa narkoba bukan sekadar persoalan hukum, tetapi ancaman nyata bagi masa depan. Pencegahan melalui pendidikan merupakan investasi terbaik untuk melahirkan generasi yang sehat, berintegritas, dan produktif,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab dan pembagian doorprize dari Kepala BNNK Banyuwangi kepada peserta MATAMUDA, sehingga suasana edukasi menjadi lebih menarik dan komunikatif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi Dr. H. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M., Kepala MAN 1 Banyuwangi H. Sugeng Mariyono, KTU Imam Nawawi, Pengawas H. Askhab, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Fatkhurroji, serta jajaran dewan guru.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi berharap kegiatan ini menjadi fondasi pembentukan karakter peserta didik baru agar mampu meraih prestasi tanpa harus terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
“Kami ingin para siswa tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berintegritas, serta berani mengatakan ‘tidak’ terhadap narkoba. Inilah fondasi penting untuk mencetak generasi madrasah yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” ujarnya, yang diamini Kepala MAN 1 Banyuwangi.
Melalui kegiatan MATAMUDA 2026, MAN 1 Banyuwangi kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak lulusan berprestasi, tetapi juga membangun generasi yang tangguh, berkarakter, serta menjadi pelopor dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba.
