BANDA ACEH, Selendangsutra.id – Peluang besar terbuka bagi Aceh untuk menjadi salah satu pusat agribisnis modern Indonesia. Perusahaan agribisnis internasional Alqudsi Agriculture Australia menyatakan komitmennya menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Aceh dalam pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan industri hilir berbasis pertanian yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan nasional sekaligus pasar ekspor.
Inisiatif kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan budidaya tanaman pangan, khususnya sorgum, sebagai komoditas unggulan yang diintegrasikan dengan usaha peternakan sapi dan domba. Konsep pertanian terpadu ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan, menciptakan efisiensi usaha tani, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di Aceh.
HR Dody Iwa Kusuma Jaya menilai Aceh memiliki seluruh potensi yang dibutuhkan untuk berkembang menjadi kawasan agribisnis unggulan. Luas lahan pertanian, kesuburan tanah, serta kondisi iklim yang mendukung menjadi modal besar untuk menarik investasi dan mengembangkan industri pertanian modern yang berdaya saing tinggi.
“Kerja sama dengan Alqudsi Agriculture Australia diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun industri pertanian terpadu di Aceh. Tidak hanya menghasilkan produk pangan berkualitas, tetapi juga memperkuat sektor peternakan, membuka peluang investasi, serta memperluas akses pasar ekspor ke berbagai negara,” ujar HR Dody Iwa Kusuma Jaya.
Menurutnya, pengembangan sorgum memiliki nilai strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan alternatif, tetapi juga memiliki manfaat ekonomi yang luas. Tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, bahan baku bioetanol, biomassa untuk pembangkit listrik, hingga mendukung ekonomi hijau melalui potensi perdagangan kredit karbon. Dengan demikian, satu komoditas mampu menghasilkan berbagai sumber pendapatan yang memberikan nilai tambah bagi petani.
Di sektor peternakan, kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan pembibitan dan penggemukan sapi serta domba dengan dukungan teknologi modern, sistem manajemen profesional, dan jaringan pemasaran yang terintegrasi. Produksi yang dihasilkan diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan daging nasional, tetapi juga memiliki daya saing tinggi untuk memasuki pasar ekspor, khususnya di kawasan Asia dan Timur Tengah.
Apabila kerja sama ini dapat direalisasikan, Aceh diyakini memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat agribisnis terpadu yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, energi terbarukan, dan industri pengolahan hasil pertanian dalam satu ekosistem yang berkelanjutan.
Langkah strategis tersebut diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan investasi, memperkuat ketahanan pangan nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus mengangkat daya saing Aceh sebagai salah satu pusat produksi pangan dan peternakan modern yang mampu bersaing di pasar global.
