JAKARTA, Selendangsutra.id – Program Anak Sehat dan Ibu Sehat Investasi Bangsa (AISIB) dinilai sebagai salah satu langkah strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju visi Indonesia Emas. Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak dan ibu, tetapi juga dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing global.
Pengamat kebijakan publik H. R. Dody Iwa Kusuma Jaya menilai pembangunan nasional tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik seperti jalan tol, pelabuhan, bandara, maupun kawasan industri. Seluruh infrastruktur tersebut akan memberikan manfaat optimal apabila didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas.
“AISIB merupakan investasi bangsa. Kualitas generasi masa depan ditentukan oleh kesehatan dan kecukupan gizi sejak dini. Karena itu, program ini harus menjadi prioritas nasional yang dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Program AISIB diharapkan mampu menekan angka stunting, meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, serta memperkuat fondasi pembangunan manusia Indonesia. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam memperkuat kualitas generasi penerus bangsa.
Meski demikian, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada kualitas implementasi di lapangan. Pemerintah dinilai perlu memastikan adanya evaluasi berkala, pengawasan yang ketat, tata kelola yang transparan, serta kesiapan sumber daya manusia agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
Pelaksanaan AISIB juga dinilai perlu memiliki skala prioritas yang jelas dengan memfokuskan pemenuhan gizi bagi ibu hamil, balita, anak usia dini, hingga pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Masa tersebut merupakan fase emas pertumbuhan fisik dan perkembangan otak yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Selain aspek kesehatan, peningkatan mutu pendidikan juga harus menjadi agenda utama. Akses pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh masyarakat, disertai peningkatan kesejahteraan guru, dinilai menjadi faktor penting dalam mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Di sisi lain, sistem pendidikan nasional juga harus mampu menjawab tantangan era transformasi digital. Kurikulum perlu diperkuat dengan penguasaan teknologi, kreativitas, inovasi, kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan praktis agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) juga dipandang sebagai peluang besar bagi Indonesia. Pemerintah didorong untuk meningkatkan investasi pada riset, inovasi, dan pengembangan talenta nasional sehingga Indonesia mampu menjadi pelaku utama dalam perkembangan teknologi global, bukan hanya sebagai pasar.
Selain memiliki bonus demografi, Indonesia juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Potensi tersebut perlu dikelola secara berkelanjutan melalui hilirisasi industri, penguasaan teknologi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
AISIB dinilai tidak boleh dipandang semata sebagai program pemenuhan gizi, melainkan sebagai bagian dari strategi besar pembangunan nasional yang mengintegrasikan kesehatan, pendidikan, teknologi, dan pengelolaan sumber daya alam dalam satu arah kebijakan yang berkesinambungan.
Dengan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat, program AISIB diyakini dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju, mandiri, berdaulat, dan sejahtera menuju Indonesia Emas.
