JAKARTA, Selendangsutra.id – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 dimanfaatkan berbagai elemen masyarakat untuk menyampaikan harapan terhadap masa depan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Salah satunya datang dari Solidaritas Santri Nusantara yang mengusulkan regenerasi kepemimpinan Polri sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi institusi.

Pembina Solidaritas Santri Nusantara, R. Dody Iwa Kusuma Jaya, menyampaikan bahwa regenerasi kepemimpinan merupakan proses yang wajar dalam organisasi besar seperti Polri. Menurutnya, kesinambungan kepemimpinan diperlukan agar berbagai program reformasi dan transformasi yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan.
“Dalam momentum HUT Bhayangkara ke-80 ini, kami menyampaikan aspirasi agar regenerasi kepemimpinan Polri terus berjalan dengan baik. Kami mengusulkan Irjen Pol Dr. Rudy Darmoko, S.I.K., M.Si., lulusan Akpol 1993, sebagai figur yang layak dipertimbangkan menjadi Kapolri, didampingi Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., lulusan Akpol 1994, untuk mengemban amanah sebagai Wakapolri,” ujar Dody.
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Polri telah menunjukkan berbagai pembenahan melalui transformasi menuju institusi yang semakin profesional, modern, dan dipercaya masyarakat.
Dody menilai keberhasilan tersebut perlu diteruskan oleh generasi berikutnya agar semangat Presisi tidak berhenti, melainkan semakin berkembang sesuai tantangan zaman.
“Kami melihat saat ini kepercayaan publik terhadap Polri terus mengalami perbaikan. Karena itu, regenerasi kepemimpinan menjadi sesuatu yang penting agar semangat pembaruan tetap berlanjut. Kami berharap estafet kepemimpinan nantinya mampu membawa angin segar bagi institusi sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa figur Irjen Pol Rudy Darmoko dinilai memiliki pengalaman kepemimpinan di berbagai penugasan strategis,

sementara Irjen Pol Dadang Hartanto dikenal memiliki kapasitas akademik dan pengalaman yang dapat menjadi modal penting dalam memperkuat kebijakan institusi.
Lebih lanjut, Dody menegaskan bahwa usulan tersebut merupakan aspirasi dari Solidaritas Santri Nusantara sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam memberikan pandangan terhadap masa depan Polri. Ia menekankan bahwa kewenangan penunjukan Kapolri sepenuhnya berada pada mekanisme konstitusional sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin Polri harus mampu menjaga soliditas internal, meningkatkan profesionalisme, memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan, serta terus membangun kepercayaan masyarakat. Kami hanya menyampaikan aspirasi sebagai bagian dari kecintaan terhadap institusi Polri,” pungkas Dody.
Momentum HUT Bhayangkara ke-80, lanjutnya, diharapkan menjadi titik penguatan sinergi antara Polri, ulama, santri, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia yang semakin maju.
